Mekanisme FCA Dinilai Untungkan Pemodal Kakap, Ritel Merana
Selasa, 25 Juni 2024 - 19:42 WIB
loading...
Sejumlah investor terus menyuarakan keluhan mereka terhadap mekanisme FCA di BEI. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah investor terus menyuarakan keluhan mereka terhadap mekanisme perdagangan full periodic call auction (FCA) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Skema transaksi FCA dinilai hanya menguntungkan pemodal kakap dengan barang dan modal yang besar, sehingga berpotensi melahirkan manipulasi terhadap Indicative Equilibrium Volume (IEV) dan Indicative Equilibrium Price (IEP), dua fitur yang disediakan bursa menggantikan bid dan offer.
"FCA ini cuma kuat-kuatan, banyak-banyakan barang, banyak-banyakan modal kita bisa menyetir arah IEP dan IEV," ujar Investor dan Trader, Bernard M. S., dalam Dialog Special iNews, Senin (24/6/2024).
Baca Juga: Investor Usul Bid Offer Dibuka dalam Skema FCA Papan Pemantauan Khusus
Bagi Bernard, transaksi FCA justru tidak menghadirkan transparansi, lantaran bersifat ‘blind book’ alias tidak menampilkan kolom permintaan beli (bid) dan penawaran jual (offer).
Belum lama ini BEI telah mengubah ketentuan pencatatan saham dalam Papan Pemantauan Khusus (PPK). Perubahan ini hanya mengatur pada sejumlah kriteria suatu saham yang masuk dalam 'Special Monitoring' tersebut.
Skema continuous auction atau lelang berkelanjutan, terang Bernard, justru lebih transparan di mana investor dapat melihat volume perdagangan dalam fitur bid dan offer.
Baca Juga: Mekanisme Full Call Auction di Pemantauan Khusus Dinilai Berdampak ke Likuiditas
"Jadi kalau FCA ini dinilai lebih efisien, lebih transparan saya sih merasa tidak ada transparansi di sini, kalau mau transparansi continuous aution," jelasnya.
Skema transaksi FCA dinilai hanya menguntungkan pemodal kakap dengan barang dan modal yang besar, sehingga berpotensi melahirkan manipulasi terhadap Indicative Equilibrium Volume (IEV) dan Indicative Equilibrium Price (IEP), dua fitur yang disediakan bursa menggantikan bid dan offer.
"FCA ini cuma kuat-kuatan, banyak-banyakan barang, banyak-banyakan modal kita bisa menyetir arah IEP dan IEV," ujar Investor dan Trader, Bernard M. S., dalam Dialog Special iNews, Senin (24/6/2024).
Baca Juga: Investor Usul Bid Offer Dibuka dalam Skema FCA Papan Pemantauan Khusus
Bagi Bernard, transaksi FCA justru tidak menghadirkan transparansi, lantaran bersifat ‘blind book’ alias tidak menampilkan kolom permintaan beli (bid) dan penawaran jual (offer).
Belum lama ini BEI telah mengubah ketentuan pencatatan saham dalam Papan Pemantauan Khusus (PPK). Perubahan ini hanya mengatur pada sejumlah kriteria suatu saham yang masuk dalam 'Special Monitoring' tersebut.
Skema continuous auction atau lelang berkelanjutan, terang Bernard, justru lebih transparan di mana investor dapat melihat volume perdagangan dalam fitur bid dan offer.
Baca Juga: Mekanisme Full Call Auction di Pemantauan Khusus Dinilai Berdampak ke Likuiditas
"Jadi kalau FCA ini dinilai lebih efisien, lebih transparan saya sih merasa tidak ada transparansi di sini, kalau mau transparansi continuous aution," jelasnya.
(nng)
Lihat Juga :