alexametrics

Sri Mulyani Akui Sulit Atasi Defisit Neraca Perdagangan

loading...
Sri Mulyani Akui Sulit Atasi Defisit Neraca Perdagangan
Menkeu Sri Mulyani mengakui defisit neraca perdagangan sebagai tantangan yang sulit. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengakui bahwa mengatasi defisitnya neraca perdagangan menjadi tantangan yang sulit ke depan. Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa neraca perdagangan April 2019 defisit sebesar USD2,50 miliar, terbesar sejak 2013.

"Ini tantangannya enggak mudah sekali ya, apalagi dilihat dari sisi demand impornya cukup dalam," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Di sisi lain, kinerja ekspor nasional juga tengah mengalami penurunan dikarenakan faktor eksternal global, antara lain kembali memanasnya perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China.



"Faktor ekspor juga mengalami pelemahan. Dari eksternal ini menggambarkan ekonomi dunia yang tidak mudah, apalagi adanya perang dagang yang masih terjadi," jelasnya.

Tercatat, nilai impor Indonesia sepanjang April 2019 menembus angka USD15,10 miliar atau meningkat 12,25% dibanding nilai impor pada Maret 2019.Kenaikan impor disumbang oleh peningkatan impor nonmigas yang mencapai USD12,86 miliar atau lebih tinggi 7,82% dibanding Maret 2019.
Sementara itu, ekspor Indonesia pada April 2019 sebesar USD12,60 miliar, turun 10,80% jika dibandingkan ekspor Maret 2019. Demikian juga jika dibanding April 2018, ekspor April tahun ini turun sebesar 13,10%.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak