alexametrics

Menahan Suku Bunga Acuan Bisa Selamatkan Rupiah

loading...
Menahan Suku Bunga Acuan Bisa Selamatkan Rupiah
Langkah BI menahan suku bunga acuan bisa menyelematkan rupiah. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terus melemah belakangan ini. Hal ini diperparah oleh defisit neraca perdagangan sebesar USD2,50 miliar dan defisit APBN sebesar Rp101 triliun. Karena itu, ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudisthira, menilai keputusan BI menahan suku bunga sebagai langkah tepat menstabilkan rupiah.

"Untuk menstabilkan rupiah memang diperlukan menahan suku bunga. Ini terlihat dari respon rupiah yang ditutup menguat di sesi penutupan," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Namun, Bhima menjelaskan untuk sektor riil dan menekan neraca transkasi berjalan, kebijakan menahan bunga acuan menjadi tren negatif. Pasalnya, pelaku usaha butuh stimulus penurunan suku bunga.



"Jadi harapanya di semester II nanti, BI bisa relaksasi bunga acuan 25 basis points. Sinyal dari The Fed yang akan turunkan suku bunga di semester II, harus direspon BI dengan juga menurunkan suku bunga. Dengan bunga yang lebih murah, pelaku usaha berorientasi ekspor bisa menambah kredit trade finance sehingga ekspansi ekspornya lebih baik," jelasnya.

Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan menahan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate di level 6%. BI juga memutuskan menahan suku bunga deposit facility di angka 5,25% dan lending facility di 6,75%.
(ven)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak