Efek Bansos, Rupiah Nangkring di Rp16.375 Sore Ini
Jum'at, 28 Juni 2024 - 16:10 WIB
loading...
Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (28/6/2024). FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah pada perdagangan hari ini kembali ditutup menguat 30 poin atau 0,19 persen ke level Rp16.375 setelah sebelumnya di Rp16.405 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat dibuka pada level Rp16.416 per dolar AS.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS menguat terpengaruh sebagian besar pedagang tetap bias terhadap greenback menjelang data indeks harga PCE utama, yang merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed.
Data tersebut akan dirilis pada hari Jumat dan diperkirakan menunjukkan inflasi sedikit menurun pada bulan Mei, namun tetap jauh di atas target tahunan The Fed sebesar 2 persen.
"Dolar sedikit terpengaruh oleh data terbaru yang menunjukkan adanya penurunan pada perekonomian AS, khususnya pasar tenaga kerja. Ketidakpastian mengenai kapan dan seberapa besar The Fed akan menurunkan suku bunga membuat aliran dana ke dolar tetap kuat," tulis Ibrahim dalam risetnya, Jumat (28/6/2024).
Baca Juga: Rupiah Terus Melemah, Ini Dampaknya ke Kondisi Fiskal dan Harga Energi
Selain itu, Data inflasi yang beragam dari ibu kota Jepang hanya memberikan sedikit dukungan terhadap mata uang tersebut, begitu pula dengan peringatan berulang kali dari pemerintah.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS menguat terpengaruh sebagian besar pedagang tetap bias terhadap greenback menjelang data indeks harga PCE utama, yang merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed.
Data tersebut akan dirilis pada hari Jumat dan diperkirakan menunjukkan inflasi sedikit menurun pada bulan Mei, namun tetap jauh di atas target tahunan The Fed sebesar 2 persen.
"Dolar sedikit terpengaruh oleh data terbaru yang menunjukkan adanya penurunan pada perekonomian AS, khususnya pasar tenaga kerja. Ketidakpastian mengenai kapan dan seberapa besar The Fed akan menurunkan suku bunga membuat aliran dana ke dolar tetap kuat," tulis Ibrahim dalam risetnya, Jumat (28/6/2024).
Baca Juga: Rupiah Terus Melemah, Ini Dampaknya ke Kondisi Fiskal dan Harga Energi
Selain itu, Data inflasi yang beragam dari ibu kota Jepang hanya memberikan sedikit dukungan terhadap mata uang tersebut, begitu pula dengan peringatan berulang kali dari pemerintah.
Lihat Juga :