RI Punya Tambang, Pabrik Baterai Sampai Mobil Listrik! Nilai Investasinya Rp160,6 Triliun
Rabu, 03 Juli 2024 - 17:33 WIB
loading...
A
A
A
Bahlil juga menyebutkan, total investasi proyek ini mencapai USD9,8 Miliar atau sekitar Rp160,6 triliun (Kurs Rp16.393 per dolar AS). Angka itu belum ditambah dengan investasi dari Hyundai untuk mobil listrik.
"Jadi kalau diakumulasi semuanya, kurang lebih sekitar USD11 sampai 12 miliar. Dan ini adalah investasi terbesar satu ekosistem yang ada di Indonesia sekarang, khususnya untuk ekosistem baterai mobil sampai dengan mobilnya," ungkap Bahli.
Dalam kesempatan ini, Bahlil juga mengakui bahwa BKPM memiliki dua konsep dalam membangun ekosistem kendaraan listrik. Pertama, konsep pembangunan dari hilir ke hulu yang telah dilakukan perusahaan LG Ini.
Sedangkan yang kedua yaitu konsep pembangunan dari hulu ke hilir yang juga sedang dilakukan oleh perusahaan asal China, Contemporary Amperex Technology Co (CATL).
"Jadi kalau kedua-duanya ini bisa jalan, maka saya yakinkan bahwa Insyaallah atas perintah Bapak Presiden, Indonesia menjadi salah satu negara pemain ekosistem baterai mobil, khususnya yang berbahan baku dari nikel," pungkas Bahlil.
"Jadi kalau diakumulasi semuanya, kurang lebih sekitar USD11 sampai 12 miliar. Dan ini adalah investasi terbesar satu ekosistem yang ada di Indonesia sekarang, khususnya untuk ekosistem baterai mobil sampai dengan mobilnya," ungkap Bahli.
Dalam kesempatan ini, Bahlil juga mengakui bahwa BKPM memiliki dua konsep dalam membangun ekosistem kendaraan listrik. Pertama, konsep pembangunan dari hilir ke hulu yang telah dilakukan perusahaan LG Ini.
Sedangkan yang kedua yaitu konsep pembangunan dari hulu ke hilir yang juga sedang dilakukan oleh perusahaan asal China, Contemporary Amperex Technology Co (CATL).
"Jadi kalau kedua-duanya ini bisa jalan, maka saya yakinkan bahwa Insyaallah atas perintah Bapak Presiden, Indonesia menjadi salah satu negara pemain ekosistem baterai mobil, khususnya yang berbahan baku dari nikel," pungkas Bahlil.
(akr)
Lihat Juga :