Utang Jatuh Tempo RI Tembus Rp3.749 T, Indef: Negara Bisa Stroke
Kamis, 04 Juli 2024 - 13:30 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau itu tidak diimbangi dengan kapasitas penerimaan negara yang semakin meningkat, maka saya tidak terbayang, apakah negara ini akan mengalami stroke yang ketiga? Semoga tidak," paparnya.
Baca Juga: Terjebak Utang Negara-negara Barat, Ukraina Terancam Bangkrut
Esther memandang, pemerintahan baru yang bakal dipimpin Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka perlu mengambil langkah alternatif. Salah satunya, memprioritaskan program yang mempunyai multiplier effect (efek berganda) yang lebih luas. Alternatif ini pandang perlu lantaran banyak program menelan anggaran bernilai fantastis, yang justru membebani kemampuan fiskal atau APBN itu sendiri.
"Paling tidak prioritas program dari pemerintahan mendatang, jadi pilih program yang benar-benar memang multiplier effect-nya itu luas, dampak jangka panjang itu ada," katanya.
Dia mencontohkan tiga program yang bisa jadi fokus pemerintah baru. Di antaranya, penguatan sumber daya manusia (SDM), peningkatan modal, dan transfer teknologi. "Dan negara-negara yang sudah maju hanya tiga itu syaratnya. Nah, untuk detail-nya seperti apa? Nanti dibahas dalam diskusi publik ini, maka saya hanya membuka diskusi ini," tutur Esther.
Baca Juga: Terjebak Utang Negara-negara Barat, Ukraina Terancam Bangkrut
Esther memandang, pemerintahan baru yang bakal dipimpin Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka perlu mengambil langkah alternatif. Salah satunya, memprioritaskan program yang mempunyai multiplier effect (efek berganda) yang lebih luas. Alternatif ini pandang perlu lantaran banyak program menelan anggaran bernilai fantastis, yang justru membebani kemampuan fiskal atau APBN itu sendiri.
"Paling tidak prioritas program dari pemerintahan mendatang, jadi pilih program yang benar-benar memang multiplier effect-nya itu luas, dampak jangka panjang itu ada," katanya.
Dia mencontohkan tiga program yang bisa jadi fokus pemerintah baru. Di antaranya, penguatan sumber daya manusia (SDM), peningkatan modal, dan transfer teknologi. "Dan negara-negara yang sudah maju hanya tiga itu syaratnya. Nah, untuk detail-nya seperti apa? Nanti dibahas dalam diskusi publik ini, maka saya hanya membuka diskusi ini," tutur Esther.
(nng)
Lihat Juga :