Smelter Nikel Ceria Luncurkan Soft Energize Pakai Energi Terbarukan
Kamis, 04 Juli 2024 - 18:08 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Arifin mengatakan, saat ini pemerintah memang sedang mengembangkan ekosistem untuk kelistrikan yang bersih ke depan. “Ini adalah salah satu modal bangsa kita. Saat ini yang sedang direncanakan adalah bagaimana kita bisa menyuplai listrik dari energi yang memiliki emisi karbon yang lebih rendah, antara lain kita ingin memanfaatkan gas alam yang saat ini kita temukan potensinya sangat menjanjikan,” jelasnya.
Menurutnya, selama ini smelter-smelter yang di Sulawesi masih menggunakan sumber energi dari batubara yang diperkirakan mencapai kurang lebih 20 giga watt dan menghasilkan emisi karbon cukup besar. “Nah ini tentu saja akan menjadi tantangan ya buat industri smelter yang ada di sini,” tuturnya.
Mengapa? Karena sekarang ini dunia menuntut industri menghasilkan green product dengan menggunakan energi bersih. Negara-negara Eropa, sudah mendorong pemakaian energi bersih dan sudah mulai akan menerapkan Cross Border Carbon Mechanism. Beberapa negara eropa bahkan sudah ada yang menerapkan pajak karbon yang cukup tinggi, ya di Skandinavia sudah diatas USD100 per ton. ”Ini harus kita antisipasi,” imbuhnya. Baca juga: Bisa Apa Lulusan Teknik Energi Terbarukan? Ini 10 Prospek Kerja Menantang Alumninya
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan bahwa proyek smelter Ceria memang proyek pertama yang dibiayai investor domestik. Bank Mandiri mendukung proyek ini akan diselesaikan dengan baik dan sesuai dengan target yang ditentukan.
"Kita melihat kesungguhan dari Ceria untuk menyelesaikan proyek ini. Termasuk mengupayakan energi yang dibutuhkan dan sudah dialiri listrik oleh PT PLN dan Insya Allah akan membuat rencana berjalan dengan lancar," katanya.
Menurutnya, selama ini smelter-smelter yang di Sulawesi masih menggunakan sumber energi dari batubara yang diperkirakan mencapai kurang lebih 20 giga watt dan menghasilkan emisi karbon cukup besar. “Nah ini tentu saja akan menjadi tantangan ya buat industri smelter yang ada di sini,” tuturnya.
Mengapa? Karena sekarang ini dunia menuntut industri menghasilkan green product dengan menggunakan energi bersih. Negara-negara Eropa, sudah mendorong pemakaian energi bersih dan sudah mulai akan menerapkan Cross Border Carbon Mechanism. Beberapa negara eropa bahkan sudah ada yang menerapkan pajak karbon yang cukup tinggi, ya di Skandinavia sudah diatas USD100 per ton. ”Ini harus kita antisipasi,” imbuhnya. Baca juga: Bisa Apa Lulusan Teknik Energi Terbarukan? Ini 10 Prospek Kerja Menantang Alumninya
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan bahwa proyek smelter Ceria memang proyek pertama yang dibiayai investor domestik. Bank Mandiri mendukung proyek ini akan diselesaikan dengan baik dan sesuai dengan target yang ditentukan.
"Kita melihat kesungguhan dari Ceria untuk menyelesaikan proyek ini. Termasuk mengupayakan energi yang dibutuhkan dan sudah dialiri listrik oleh PT PLN dan Insya Allah akan membuat rencana berjalan dengan lancar," katanya.
(poe)
Lihat Juga :