Bisa Krisis, Faisal Basri Ingatkan Prabowo Tak Sembarangan Pilih Menteri Keuangan
Jum'at, 05 Juli 2024 - 08:18 WIB
loading...
Ekonom Senior Indef Faisal Basri. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ekonom Senior Indef Faisal Basri mengungkapkan Indonesia bisa krisis di era Prabowo apabila presiden terpilih tersebut sembarangan memilih menteri keuangan. Seorang menkeu harus bisa mengendalikan keuangan negara, jika tidak Indonesia bisa krisis.
"Sosok menteri keuangan, fungsinya apa sih? Nge-rem. Dia nge-rem. Kita mau masuk jurang, di-rem gitu. Kalau Menteri Keuangannya tidak kuasa nge-rem, loss aja, nah udah. Di tepi jurang krisis kita. Jadi hati-hati," jelasnya ketika ditemui di Jakarta, Kamis (5/7/2024).
Baca Juga: Prabowo Subianto Ungkap Kondisi Terkini Pascaoperasi Cedera Kaki
Menurut dia menteri keuangan harus diemban oleh figur yang mampu mengerem keuangan negara. Ia pun menekankan pentingnya memilih menteri yang inklusif dan netral, alias tidak tidak berkepentingan dengan politik.
"Saya rasa Pak Prabowo juga akan mempertimbangkan itu. Artinya dia tidak akan ambil orang sembarangan. Tidak akan ambil orang partai, saya pikir. Lebih merupakan harapan. Kalau orang partai kan banyak kepentingan. Harus inklusif ya, bukan kepentingan, bahaya," tegas Faisal.
"Sosok menteri keuangan, fungsinya apa sih? Nge-rem. Dia nge-rem. Kita mau masuk jurang, di-rem gitu. Kalau Menteri Keuangannya tidak kuasa nge-rem, loss aja, nah udah. Di tepi jurang krisis kita. Jadi hati-hati," jelasnya ketika ditemui di Jakarta, Kamis (5/7/2024).
Baca Juga: Prabowo Subianto Ungkap Kondisi Terkini Pascaoperasi Cedera Kaki
Menurut dia menteri keuangan harus diemban oleh figur yang mampu mengerem keuangan negara. Ia pun menekankan pentingnya memilih menteri yang inklusif dan netral, alias tidak tidak berkepentingan dengan politik.
"Saya rasa Pak Prabowo juga akan mempertimbangkan itu. Artinya dia tidak akan ambil orang sembarangan. Tidak akan ambil orang partai, saya pikir. Lebih merupakan harapan. Kalau orang partai kan banyak kepentingan. Harus inklusif ya, bukan kepentingan, bahaya," tegas Faisal.
Lihat Juga :