Pabrik Tekstil RI Bertumbangan, Tinggal Sisa Satu di Jakarta Timur
Senin, 08 Juli 2024 - 22:16 WIB
loading...
Pabrik tekstil di Jakarta terus bertumbangan hanya meninggalkan satu di Ciracas, Jakarta Timur. FOTO/dok
A
A
A
JAKARTA - Dalam gelombang protes atas Permendag Nomor 8 Tahun 2024, para buruh dan pengusaha tekstil dan produk tekstil (TPT) berteriak serempak akibat gulung tikar berjamaah. Lima dari enam pabrik di Jakarta hanya tersisa satu, yakni PT Century Textil atau PT Centex di Ciracas, Jakarta Timur.
Ketua DPD Serikat Pekerja Nasional (SPN) Jakarta, Andre Nasrullah mengatakan meski satu-satunya pabrik tekstil yang bertahan, PT Centex beroperasi jauh dari kata layak. Dia menyebutkan mesin-mesin produksi tekstil sudah sebagian dimatikan.
"PT Centex itu perusahaan terbesar tekstil di Jakarta, itu beroperasi dari tahun 80-an. Centex itu terbesar, kurang lebih 5-6 hektare, tapi sekarang mesin-mesinnya dimatiin, sebagian besar operasi mesinnya diberhentikan," tutur Andre selepas orasi unjuk rasa di depan Gedung Kemendag, Jakarta, Senin (8/7/2024).
Baca Juga: Badai PHK Industri Tekstil Belum Reda, 11 Ribu Orang Jadi Korban
Andre melanjutkan, kondisi para pekerjanya pun sudah mulai sebagian dirumahkan. Adapun pekerja yang tersisa yakni antara 200 hingga 300 lebih, juga mulai dikurangi baik jam kerja maupun upahnya.
Ketua DPD Serikat Pekerja Nasional (SPN) Jakarta, Andre Nasrullah mengatakan meski satu-satunya pabrik tekstil yang bertahan, PT Centex beroperasi jauh dari kata layak. Dia menyebutkan mesin-mesin produksi tekstil sudah sebagian dimatikan.
"PT Centex itu perusahaan terbesar tekstil di Jakarta, itu beroperasi dari tahun 80-an. Centex itu terbesar, kurang lebih 5-6 hektare, tapi sekarang mesin-mesinnya dimatiin, sebagian besar operasi mesinnya diberhentikan," tutur Andre selepas orasi unjuk rasa di depan Gedung Kemendag, Jakarta, Senin (8/7/2024).
Baca Juga: Badai PHK Industri Tekstil Belum Reda, 11 Ribu Orang Jadi Korban
Andre melanjutkan, kondisi para pekerjanya pun sudah mulai sebagian dirumahkan. Adapun pekerja yang tersisa yakni antara 200 hingga 300 lebih, juga mulai dikurangi baik jam kerja maupun upahnya.
Lihat Juga :