Rusia dan Iran Selangkah Lagi Ciptakan Kartel Gas ala OPEC

Jum'at, 12 Juli 2024 - 08:01 WIB
loading...
Rusia dan Iran Selangkah...
Penandatanganan MoU pekan lalu antara raksasa gas negara Rusia, Gazprom dan Perusahaan Gas Nasional Iran (NIGC) untuk memulai transfer langsung gas dari Rusia ke Iran, diyakini sebagai babak baru industri energi global. Foto/Ilustrasi
A A A
MOSKOW - Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pekan lalu antara raksasa gas negara Rusia, Gazprom dan Perusahaan Gas Nasional Iran (NIGC) untuk memulai transfer langsung gas dari Rusia ke Iran , diyakini sebagai babak baru dalam industri energi global.

"Aksi ini bakal menjadi sebuah revolusi dalam kancah energi dan industri di kawasan itu," ungkap Menteri Perminyakan Iran, Javad Owji.

Baca Juga: Dikepung Sanksi Barat Rusia dengan Iran Makin Mesra, Ini Buktinya

Seperti dilansir Oilprice, MoU tersebut dan sebelumnya dapat dilihat sebagai batu loncatan yang memungkinan kedua negara menerapkan rencana lama mereka untuk menjadi pemain utama sebagai pemasok gas global . Seperti halnya Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang memasok minyak dunia.

Baca Juga: Perkuat Kerja Sama, Rusia-Iran Makin Kompak Bersatu Lawan Sanksi Barat

MoU baru antara Rusia dan Iran ini dibangun di atas fondasi yang kuat dari Forum Negara Pengekspor Teluk (GECF), yang pada 23 Desember 2008 pada Pertemuan Tingkat Menteri ke-7 di Moskow secara resmi menjadi organisasi formal yang berkantor pusat di Doha, Qatar.

Selain anggota inti Rusia, Iran, dan Qatar, 11 anggota GECF lainnya terdiri dari Aljazair, Bolivia, Mesir, Guinea Khatulistiwa, Libya, Nigeria, Trinidad dan Tobago, dan Venezuela. Bersama-sama, Rusia, Iran, dan Qatar menyumbang kurang 60% dari cadangan gas dunia.

Rusia menempati posisi pertama secara global, dengan sekitar 1.688 triliun kaki kubik (tcf) gas. Sedangkan Iran berada pada nomor dua dengan 1.200 tcf.

GECF secara keseluruhan mengendalikan sekitar 71% pasokan gas global, 44% dari produksi yang dipasarkan, 53% dari jaringan pipa gasnya, dan 57% dari ekspor gas alam cair (LNG).

Aliansi Rusia-Iran, sebagaimana dibuktikan dalam MoU terbaru antara Gazprom dan NIOC dan dalam perjanjian 2022 sebelumnya antara kedua perusahaan, bertujuan untuk mengendalikan sebanyak mungkin dari dua elemen kunci dalam matriks pasokan global. Yakni gas yang dipasok melalui darat melalui pipa dan gas yang dipasok melalui kapal dalam bentuk LNG.

"Sekarang Rusia telah sampai pada kesimpulan bahwa konsumsi gas di dunia akan meningkat dan kecenderungan konsumsi LNG juga meningkat dan mereka sendiri tidak dapat memenuhi permintaan dunia, jadi tidak ada ruang tersisa untuk persaingan gas (antara Rusia dan Iran)" ucap Ketua Serikat Eksportir Produk Minyak, Gas dan Petrokimia Iran, Hamid Hosseini setelah MoU Gazprom-NIOC 2022 diteken.

Dia menambahkan: "Pemenang perang Rusia-Ukraina adalah Amerika Serikat, dan itu akan merebut pasar Eropa. Jadi jika Iran dan Rusia dapat mengurangi pengaruh Amerika Serikat di pasar minyak, gas dengan bekerja sama, itu akan menguntungkan kedua negara."

Selanjutnya ada 2 elemen kunci dalam empat proyek yang terkandung dalam MoU 2022 yang diarahkan untuk membangun lebih lanjut dari 'Gas OPEC'. Salah satunya adalah bantuan Gazprom kepada NIOC dalam pengembangan ladang gas Kish dan North Pars senilai USD10 miliar.

Tujuannya kedua ladang itu menghasilkan lebih dari 10 juta metrik meter kubik (mcm) gas per hari. Poin kedua adalah dukungan raksasa gas Rusia dalam inisiatif senilai USD15 miliar untuk meningkatkan tekanan di ladang gas raksasa super South Pars di perbatasan maritim antara Iran dan Qatar.

Selanjutnya ketiga adalah bantuan Gazprom dalam menyelesaikan beberapa proyek LNG (termasuk di North Pars dan kemudian di South Pars) dan pembangunan pipa ekspor gas.

Transfer gas dari Rusia ke jaringan pipa Iran yang luas merupakan tahap awal yang vital dalam proyek ini. Dan proyek keempat adalah upaya berkelanjutan Rusia untuk mendorong kekuatan gas utama lainnya di Timur Tengah untuk bergabung dalam peluncuran bertahap kartel 'Gas OPEC'.

"Gas secara luas dipandang sebagai produk optimal dalam transisi global dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan, sehingga mengendalikan sebanyak mungkin akan menjadi kunci untuk daya berbasis energi selama sepuluh hingga dua puluh tahun ke depan, seperti halnya Rusia di Eropa dengan pasokan gas dan minyaknya sebelum invasi Ukraina," ungkap sumber senior yang bekerja erat dengan Kementerian Perminyakan Iran secara eksklusif dilansir OilPrice belum lama ini.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
AS Ingin Ambil Alih...
AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
Citra Satelit Ungkap...
Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah pada Pangkalan AS Akibat Serangan Iran
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
Rekomendasi
Kapasitas Baterai iPhone...
Kapasitas Baterai iPhone Lipat Terungkap Secara Tak Terduga
Menginap di Hotel Ini...
Menginap di Hotel Ini Dapat Bonus Spa hingga Merchandise Eksklusif
Citra Satelit Ungkap...
Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah pada Pangkalan AS Akibat Serangan Iran
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved