alexametrics

BI Ceritakan Penyebab Krisis Ekonomi 1998

loading...
BI Ceritakan Penyebab Krisis Ekonomi 1998
Ilustrasi krisis ekonomi. Foto/okezone/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Indonesia pernah mengalami titik nadir yaitu krisis ekonomi 1998 yang berdampak ke segala bidang (krisis multidimensi). Hal ini disebabkan terganggunya stabilitas sistem keuangan. Untuk mengingatkannya, Bank Indonesia mensosialisasikan kebijakan makroprudensial kepada ratusan mahasiswa dan blogger, dengan diskusi bertajuk 'Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan'.

Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Juda Agung, menceritakan krisis ekonomi 1998 disebabkan inflasi yang mencapai 70%. Dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang sangat tinggi dari Rp2.500 nyungsep sampai Rp17.000 per USD, sehingga perekonomian Indonesia mengalami krisis.

"Memori 1997 dan 1998 terjadi krisis moneter. Kita alami krisis multidimensi dari krisis keuangan, moneter dan merambat sisi sosial, politik dan akhirnya tahun 1998 itu terjadi perubahan politik dramatis," ujar Judi di Hotel Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (26/6/2019).



Dia menerangkan Bank Indonesia lantas mengeluarkan kebijakan yang mengatur interaksi antara makroekonomi dengan mikroekonomi, yang dikenal dengan kebijakan makroprudensial. Kebijakan tersebut diterbitkan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung kestabilan perekonomian Indonesia.

"Begitu ada krisis, orang mulai merasa bahwa ini harus dijaga. Otoritas BI, OJK, dan Kementerian Keuangan itu harus hadir dan terlihat terutama saat krisis. Dalam kondisi normal dicuekin, begitu ada kebakaran baru orang memanggil," katanya mengistilahkan.

Juda menegaskan BI terus berkomitmen menjaga stabilitas sistem keuangan Indonesia dalam segala kondisi, termasuk saat ini yang berkondisi sangat baik dan mempunyai daya tahan yang tinggi.

"Kami ingin mensosialisasi dan mengajak semua pihak menjaga stabilitas sistem keuangan, karena ini tanggung jawab kita bersama," jelasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak