Waspada!, Indonesia Akan Resesi Panjang Dibanding Krisis Moneter 1998

Kamis, 22 Oktober 2020 - 14:59 WIB
loading...
Waspada!, Indonesia...
Ekonom mengungkapkan, bahwa sejatinya perekonomian Indonesia yang dibayangi resesi sudah menunjukkan tren penurunan, sebelumnya adanya pandemi Covid-19. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ekonom mengungkapkan, bahwa sejatinya perekonomian Indonesia yang dibayangi resesi sudah menunjukkan tren penurunan, sebelumnya adanya pandemi Covid-19. Bahkan sejak satu dekade belakangan secara struktural dari tahun 2005 hingga 2020, pertumbuhan PDB antar-kuartal di kuartal 3 selalu lebih rendah dibanding pertumbuhan PDB di kuartal 2.

"Hanya di tahun 2009, 2014, dan 2015 terlihat kinerja pertumbuhan kuartal 3 lebih tinggi dibanding kuartal 2," ujar Chief Economist CIMB Niaga Adrian Panggabean saat dihubungi di Jakarta, Kamis (22/10/2020).

(Baca Juga: Masuk Resesi, Ekonom: Ini yang Perlu Dilakukan Pemerintah )

Tahun 2009 adalah fase terjadinya global financial crisis. Tahun 2014-2015 adalah fase terjadinya kejatuhan harga-harga komoditi dunia termasuk batu bara. Dengan mengacu pada definisi terkait resesi, maka Indonesia sebenarnya telah memasuki zona resesi bahkan sejak kuartal I 2020. Pertumbuhan antar kuartal di kuartal 4 2019 telah mengalami kontraksi sebesar -0,21% dan kontraksi kedua di kuartal I 2020 sebesar -1,55%.

"Sehingga, kontraksi ketiga di kuartal II 2020 sebesar -4,20% dapat dipandang sebagai konfirmasi bahwa Indonesia memang telah berada zona resesi sejak semester pertama tahun ini," katanya.

(Baca Juga: Berapa Lama RI Terjebak Resesi? Ini Ramalan Airlangga )

Adrian memproyeksi, pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020 berada di -3,3% yoy. Ini artinya, perekonomian Indonesia sudah akan mengalami kontraksi selama empat kuartal berturut-turut sejak kuartal IV 2019.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Ekonomi RI Punya Ketahanan...
Ekonomi RI Punya Ketahanan Nasional, Gubernur BI: Tuhan Cinta Sama Kita
Rupiah Rp17.600 per...
Rupiah Rp17.600 per Dolar AS, Airlangga Beberkan Alasan Tak Sama dengan Memori Kelam Krisis 1998
Rupiah Pekan Depan Diramal...
Rupiah Pekan Depan Diramal Masih di Atas Rp17.000 per Dolar AS
Antisipasi Krisis, Ini...
Antisipasi Krisis, Ini Isi Pertemuan Prabowo dan Tokoh Ekonomi Nasional di Istana
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Rekomendasi
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
Presiden Lebanon Kecam...
Presiden Lebanon Kecam Hizbullah, Iran, dan IRGC: Ini Bukan Negaramu, Ini Negara Kami!
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved