Hanya Tumbuh 4,7% di Kuartal II, Ekonomi China Mulai Tersendat?

Senin, 15 Juli 2024 - 14:41 WIB
loading...
A A A
"Di antara semua angka bulanan yang dirilis hari ini, yang menjadi sorotan adalah penjualan ritel yang lemah," kata Xing Zhaopeng, ahli strategi senior China di ANZ. "Konsumsi rumah tangga masih sangat lemah dengan para pengusaha memangkas gaji dan tingginya pengangguran kaum muda, rumah tangga akan tetap berhati-hati ke depannya," tambah Xing.

Investasi properti turun 10,1% pada paruh pertama tahun 2024 dari tahun sebelumnya, dan penjualan rumah berdasarkan luas lantai turun 19,0%. Peminjaman bank untuk bulan Juni yang dirilis minggu lalu menunjukkan permintaan kembali melemah, dengan beberapa ukuran utama yang mencapai rekor terendah.

Untuk menopang pertumbuhan, gubernur Bank Sentral China bulan lalu berjanji untuk tetap berpegang pada sikap kebijakan moneter yang mendukung. Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan penurunan suku bunga acuan pinjaman satu tahun di China sebesar 10 basis poin serta penurunan rasio persyaratan cadangan bank sebesar 25 basis poin pada kuartal ketiga.

Analis Citi memperkirakan pemerintah akan meluncurkan putaran lain dari langkah-langkah pendukung properti setelah pertemuan Politbiro, pengambilan keputusan utama Partai Komunis yang berkuasa yang diharapkan berlangsung pada akhir Juli. Pada bulan Mei, otoritas mengizinkan perusahaan milik negara setempat untuk membeli rumah jadi yang belum terjual, dengan bank sentral menyiapkan fasilitas pinjaman ulang sebesar 300 miliar yuan untuk perumahan yang terjangkau.

"Perubahan kebijakan yang besar dapat dianggap sebagai pengakuan kegagalan dan cara yang pasti untuk kehilangan muka. Dengan asumsi reformasi hanya sederhana, kami memperkirakan China hanya akan berhasil mencapai target (pertumbuhan) sekitar 5% untuk tahun ini," kata Murphy Cruise dari Moody's Analytics.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Rekomendasi
Veloz Hybrid EV Keliling...
Veloz Hybrid EV Keliling Sulawesi 40 Hari Nonstop, Untuk Apa?
Siap Uji Nyali? Ini...
Siap Uji Nyali? Ini Deretan Rekomendasi Microdrama Horor di V+Short
Dari Suara Tawa hingga...
Dari Suara Tawa hingga Sosok di Atas Pohon, Ini Pengalaman Paling membekas bagi Angga ABK!
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved