Dibayangi Pajak Tinggi, Miliarder Prancis Bakal Migrasi Massal

Senin, 15 Juli 2024 - 16:03 WIB
loading...
Dibayangi Pajak Tinggi,...
Banyak orang super kaya Prancis diramalkan bakal meninggalkan negara itu, seiring kekhawatiran soal ketidakstabilan politik dan prospek pajak yang lebih tinggi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Banyak orang super kaya Prancis diramalkan bakal meninggalkan negara itu, seiring kekhawatiran soal ketidakstabilan politik dan prospek pajak yang lebih tinggi. Hal ini setelah koalisi dari kubu sayap kiri Prancis meraih jumlah kursi parlemen terbanyak dalam pemilu pada Minggu (7/7), mengalahkan kubu sayap kanan yang tengah bangkit.

Baca Juga: Mengenal Wanita Terkaya Rusia, Miliarder Teknologi Berharta Rp132,1 Triliun

Namun koalisi sayap kiri itu masih belum berhasil meraih suara mayoritas. Kondisi tersebut membuat Prancis, yang merupakan pilar Uni Eropa dan tuan rumah Olimpade musim panas mendatang, kemungkinan menghadapi situasi parlemen gantung dan kelumpuhan politik.

Beberapa manajer kekayaan seperti dilansir Bloomberg, mengatakan banyak klien mereka yang panik dan sudah mulai mentransfer modal ke luar negeri. Bahkan tidak sedikit miliarder yang berpikir untuk mulai mencari kemungkinan ekspatriasi.

Baca Juga: Daftar Terbaru 10 Orang Terkaya di Dunia dan Fakta-faktanya, Nomor 1 Berharta Rp3.740 T

Mayoritas kalangan crazy rich Prancis ini khawatir bahwa, ketika sayap kanan maupun kiri jauh tidak segera memenangkan pemilihan secara langsung, beberapa usulan seperti pajak yang lebih tinggi dapat segera menjadi undang-undang.

"Kami memiliki klien baru seperti eksekutif perusahaan yang bertanya apa yang dapat mereka lakukan untuk melindungi diri mereka sendiri. Setelah Brexit, banyak bankir masuk ke Prancis, tetapi orang-orang berpenghasilan tinggi ini akan pergi karena mereka tidak ingin membayar pajak lebih banyak," ungkap Xenia Legendre, mitra pengelola yang berbasis di Paris di firma hukum Hogan Lovells.

Koalisi sayap kiri New Popular Fron yang memenangkan kursi terbanyak dalam pemilihan, berjanji bakal mengenakan pajak tinggi atas keuntungan perusahaan dan orang kaya.

Undang-undang semacam itu akan bertentangan dengan kebijakan yang diberlakukan oleh Presiden Emmanuel Macron, yang dianggap lebih ramah kepada orang kaya dan bahkan membuatnya mendapat julukan "presiden orang kaya."

"Banyak orang kemungkinan bakal pergi, jika kebijakan ekstrem diadopsi. Prancis tidak akan lagi menarik bagi orang asing, dan orang kaya akan pergi," ungkap Emmanuel Angelier, kepala perusahaan manajemen kekayaan La Financiere d'Orion, memprediksi.

Sedangkan Julien Magitteri, penasihat kekayaan pribadi di Barnes Family Office by Côme mengungkapkan, beberapa orang mulai pindah dari ibu kota Prancis tersebut, bahkan sebelum putaran kedua pemungutan suara. Sebagian besar memilih hijrah ke negara-negara seperti Swiss dan Luksemburg.

Sebagian besar manajer kekayaan mengatakan bahwa tempat-tempat seperti Italia, Dubai, Singapura, dan AS (Amerika Serikat) juga merupakan salah satu tujuan yang dipertimbangkan oleh banyak orang super kaya Prancis.

Prancis merupakan rumah bagi beberapa orang terkaya di dunia , termasuk Bernard Arnault, orang terkaya di Eropa dan kepala perusahaan barang mewah LVMH. Lalu ada Francoise Bettencourt Meyers dari kerajaan kecantikan L'Oréal, yang dianggap sebagai wanita terkaya di dunia; dan Wertheimer bersaudara, yang mengendalikan rumah mode Paris Chanel.

Menurut jejak pendapat yang dilakukan oleh badan Elabe awal pekan ini, tujuh dari sepuluh orang Prancis tidak puas dengan hasil pemilihan dan komposisi Majelis Nasional yang baru, dengan mengatakan bahwa negara itu sekarang "tidak dapat diatur."
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
Hasil Lawatan dari Prancis,...
Hasil Lawatan dari Prancis, Prabowo Bawa Oleh-oleh Kerja Sama Rp61,25 Triliun
Kadin Ungkap Nilai Dagang...
Kadin Ungkap Nilai Dagang Indonesia-Prancis Tembus USD1 Miliar di Kuartal I-2026
Trump Bawa Pasukan Miliarder...
Trump Bawa Pasukan Miliarder Terkaya Rp15.097 Triliun ke China, Apa Misinya ke Beijing?
Daftar Teratas Keluarga...
Daftar Teratas Keluarga Arab Terkaya di 2026, Dinasti Asal UEA Punya Harta Rp296,3 Triliun
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Rekomendasi
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
Demo Kenaikan Harga...
Demo Kenaikan Harga Pertamax, Aktivis 98: Ada Pergeseran Orientasi Mahasiswa
Resmi Rujuk, Pihak Clara...
Resmi Rujuk, Pihak Clara Shinta Sebut Ada Konsekuensi Jika Suami Langgar Perjanjian Damai
Berita Terkini
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved