Nekat! Jepang Akan Transfer Rp53 Triliun Dana Rusia yang Dibekukan ke Ukraina
Rabu, 17 Juli 2024 - 19:45 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Mengapa Mayoritas Rakyat AS Yakin Negaranya Akan Mengalami Kehancuran?
Negara-negara Barat membekukan hampir USD300 miliar aset milik Bank Sentral Rusia tak lama setelah eskalasi konflik Ukraina pada tahun 2022. Sebagian besar dana yang diblokir disimpan di UE, terutama di lembaga penyimpanan dan kliring Euroclear yang berbasis di Belgia.
Pada bulan Mei, Brussels menyetujui rencana untuk menggunakan keuntungan yang dihasilkan oleh aset-aset yang dibekukan itu untuk mendukung pemulihan dan pertahanan militer Ukraina. Berdasarkan perjanjian tersebut, 90% dari pendapatan diharapkan akan disumbangkan ke dana bantuan militer Ukraina yang dikelola Uni Eropa, dan 10% lainnya akan dialokasikan untuk mendukung Kiev dengan cara lain.
Awal bulan ini, Menteri Pertahanan Ukraina Rustem Umerov mengatakan bahwa Kiev akan menggunakan uang tersebut untuk memperkuat kemampuan pertahanannya dan mendukung produsen, dan menambahkan bahwa sebagian besar uang tersebut akan digunakan untuk pembelian amunisi dan sistem pertahanan udara.
Sementara itu, Moskow mengecam keras tindakan Barat tersebut, dan menekankan bahwa bantuan militer ke Kiev hanya akan memperpanjang konflik. Rusia juga mengutuk pembekuan aset-asetnya dan memperingatkan agar tidak menyadap aset-aset tersebut, yang dianggap sebagai tindakan pencurian.
Negara-negara Barat membekukan hampir USD300 miliar aset milik Bank Sentral Rusia tak lama setelah eskalasi konflik Ukraina pada tahun 2022. Sebagian besar dana yang diblokir disimpan di UE, terutama di lembaga penyimpanan dan kliring Euroclear yang berbasis di Belgia.
Pada bulan Mei, Brussels menyetujui rencana untuk menggunakan keuntungan yang dihasilkan oleh aset-aset yang dibekukan itu untuk mendukung pemulihan dan pertahanan militer Ukraina. Berdasarkan perjanjian tersebut, 90% dari pendapatan diharapkan akan disumbangkan ke dana bantuan militer Ukraina yang dikelola Uni Eropa, dan 10% lainnya akan dialokasikan untuk mendukung Kiev dengan cara lain.
Awal bulan ini, Menteri Pertahanan Ukraina Rustem Umerov mengatakan bahwa Kiev akan menggunakan uang tersebut untuk memperkuat kemampuan pertahanannya dan mendukung produsen, dan menambahkan bahwa sebagian besar uang tersebut akan digunakan untuk pembelian amunisi dan sistem pertahanan udara.
Sementara itu, Moskow mengecam keras tindakan Barat tersebut, dan menekankan bahwa bantuan militer ke Kiev hanya akan memperpanjang konflik. Rusia juga mengutuk pembekuan aset-asetnya dan memperingatkan agar tidak menyadap aset-aset tersebut, yang dianggap sebagai tindakan pencurian.
(fjo)
Lihat Juga :