Putin Luncurkan Senjata Baru, Lawan Balik Sanksi AS dan G7
Kamis, 18 Juli 2024 - 07:33 WIB
loading...
A
A
A
Regulator juga telah mulai menguji coba penyelesaian menggunakan rubel digital dengan sejumlah mitra asing Rusia, kata wakil ketua pertama Olga Skorobogatova kepada TASS awal bulan ini.
Baca Juga: ASEAN Gabung BRICS, Investasi Minyak Bisa Tembus Rp1.600 Triliun
Gubernur Bank Sentral Rusia, Elvira Nabiullina pada April lalu mengatakan bahwa adopsi penuh rubel digital untuk penggunaan massal mungkin akan memakan waktu 5-7 tahun.
"Ini akan menjadi proses yang alami karena pilihan masyarakat dan bisnis adalah hal yang mendasar. ini harus nyaman bagi mereka," katanya kepada kantor berita RIA Novosti. Sebagaimana diketahui, Rusia membangun sistem transaksi digital perdagangan tersebut sebagai upaya terhindar dari sanksi AS dan G7.
Baca Juga: ASEAN Gabung BRICS, Investasi Minyak Bisa Tembus Rp1.600 Triliun
Gubernur Bank Sentral Rusia, Elvira Nabiullina pada April lalu mengatakan bahwa adopsi penuh rubel digital untuk penggunaan massal mungkin akan memakan waktu 5-7 tahun.
"Ini akan menjadi proses yang alami karena pilihan masyarakat dan bisnis adalah hal yang mendasar. ini harus nyaman bagi mereka," katanya kepada kantor berita RIA Novosti. Sebagaimana diketahui, Rusia membangun sistem transaksi digital perdagangan tersebut sebagai upaya terhindar dari sanksi AS dan G7.
(nng)
Lihat Juga :