Lampaui Target, PT PKSS Catat Laba Rp147 Miliar di Semester I-2024
Senin, 22 Juli 2024 - 21:31 WIB
loading...
Gedung PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS). FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Prima Karya Sarana Sejahtera ( PKSS ) merupakan perusahaan anak Yayasan Kesejahteraan Pekerja Bank Rakyat Indonesia (YKP BRI) dan Dana Pensiun BRI, mencatatkan pencapaian laba sebelum pajak Rp147 miliar dari Januari-Juni 2024. Nilai tersebut mencapai 126,38 persen dari target RKAP Semester 1-2024.
Direktur Utama PT PKSS Revi Rizal menyatakan nilai tersebut mencapai 126,38 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) semester I-2024. Adapun capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen perusahaan menggenjot bisnis di tengah sejumlah tantangan ekonomi yang menghantam. Bahkan kinerja keuangan perusahaan 2023 pun melebihi target yang ditetapkan.
"Tahun 2023 merupakan tahun yang penuh tantangan. Namun, berkat dedikasi dan kerja keras seluruh tim, PT PKSS berhasil mencapai pertumbuhan yang signifikan," kata dia melalui keterangan resmi, Senin (22/7/2024).
Baca Juga: Laba BRI Tembus Rp15,98 T di Kuartal I-2024, Wadirut Ungkap Kuncinya
Lebih lanjut, pencapaian laba sebelum pajak 2023 sebesar Rp223 miliar atau 118,44 persen dari target RKAP sedangkan pada 2024 selama Januari hingga Juni Rp147 miliar.
Direktur Utama PT PKSS Revi Rizal menyatakan nilai tersebut mencapai 126,38 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) semester I-2024. Adapun capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen perusahaan menggenjot bisnis di tengah sejumlah tantangan ekonomi yang menghantam. Bahkan kinerja keuangan perusahaan 2023 pun melebihi target yang ditetapkan.
"Tahun 2023 merupakan tahun yang penuh tantangan. Namun, berkat dedikasi dan kerja keras seluruh tim, PT PKSS berhasil mencapai pertumbuhan yang signifikan," kata dia melalui keterangan resmi, Senin (22/7/2024).
Baca Juga: Laba BRI Tembus Rp15,98 T di Kuartal I-2024, Wadirut Ungkap Kuncinya
Lebih lanjut, pencapaian laba sebelum pajak 2023 sebesar Rp223 miliar atau 118,44 persen dari target RKAP sedangkan pada 2024 selama Januari hingga Juni Rp147 miliar.
Lihat Juga :