Luhut Akui Tesla Batal Bangun Pabrik di Indonesia, Pertemuan Jokowi-Musk Sia-sia?
Kamis, 25 Juli 2024 - 16:12 WIB
loading...
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengakui bawa produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla tidak jadi untuk membangun pabrik di Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengakui bawa produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla tidak jadi untuk membangun pabrik di Indonesia.Dikatakan Luhut, hal ini berkaitan dengan rencana perusahaan yang memang tidak berencana untuk menambah pabrik baru di negara manapun, termasuk Indonesia. Setidaknya dalam kurun waktu 2 tahun mendatang.
"Kalau Tesla itu sekarang saya pikir setelah satu tahun dua tahun ini tidak akan membangun pabrik dimana pun. Dia masih konsentrasi dengan apa yang dia kerjakan, tapi setelah itu kita nggak tahu," ujar Luhut usai acara peluncuran Golden Visa di Jakarta, Kamis (25/7/2024).
Baca Juga: Anak Buah Luhut Ungkap Nasib Investasi Tesla di Indonesia
Meski demikian, Luhut mengaku pihaknya bakal menemui CEO SpaceX sekaligus Tesla Inc, Elon Musk untuk berbicara lebih lanjut terkait potensi investasi lain yang bisa digarap. Salah satu yang akan ditawarkan Luhut adalah menggarap hilirisasi nikel.
"Nanti saya akan ketemu dia bulan depan ini. Kita masih melihat peluang lain untuk dia masuk mungkin investasi di nikel kita," tambah Luhut.
"Kalau Tesla itu sekarang saya pikir setelah satu tahun dua tahun ini tidak akan membangun pabrik dimana pun. Dia masih konsentrasi dengan apa yang dia kerjakan, tapi setelah itu kita nggak tahu," ujar Luhut usai acara peluncuran Golden Visa di Jakarta, Kamis (25/7/2024).
Baca Juga: Anak Buah Luhut Ungkap Nasib Investasi Tesla di Indonesia
Meski demikian, Luhut mengaku pihaknya bakal menemui CEO SpaceX sekaligus Tesla Inc, Elon Musk untuk berbicara lebih lanjut terkait potensi investasi lain yang bisa digarap. Salah satu yang akan ditawarkan Luhut adalah menggarap hilirisasi nikel.
"Nanti saya akan ketemu dia bulan depan ini. Kita masih melihat peluang lain untuk dia masuk mungkin investasi di nikel kita," tambah Luhut.
Lihat Juga :