Duh! Proyek Blok Masela Molor, Bos SKK Migas Ungkap Alasannya
Senin, 24 Agustus 2020 - 16:25 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Shell Cabut dari Blok Masela, DPR Panggil SKK Migas hingga Inpex
Kedua, isu keuangan dan perekonomian global. Di mana, saat ini tren penurunan permintaan gas secara global terus berlanjut. Kemudian diperparah dengan terpangkasnya harga berbagai gas. "Sementara asumsi ekonomi yang digunakan dalam revisi PoD-1 adalah minyak 65/bbl per dolar Amerika Serikat, LNG per dolar AS 7,47/mmbtu, dan Gas Pipa per dolar AS 6/mmbtu," kata dia
Ketiga, isu kemitraan di mana hengkangnya Shell Upstream Overseas Ltd dari proyek tersebut. Shell telah melakukan divestasi kepemilikan PI di WK Abadi Masela. Lalu, Shell telah mengajukan izin pembukaan data yang disetujui Ditjen Migas. Bahkan, telah persetujuan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Adapun solusi yang diusulkan SKK Migas dan Inpex Corporation terkait persoalan HSE akibat damlak Corona adalah dengan mempercepat proses penyusunan Amdal melalui pengolahan data non seasonal. "Kami akan mengusulkan kepada KLHK, agar proses dilakukan secara remote (melalui video call). Sedangkan terkait pengolahan data seasonal, diusulkan menggunakan data sekunder paparnya," katanya.
Sementara untuk menjawab isu keuangan dan perekonomian global, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sedang melakukan evaluasi ulang untuk disampaikan ke SKK Migas. Untuk mengatasi isu kemitraan, Shell akan menyelesaikan proses divestasi dengan target 18 bulan. Begitupun Inpex selaku operator tetap berkomitmen dalam pengembangan lapangan abadi Masela
Kedua, isu keuangan dan perekonomian global. Di mana, saat ini tren penurunan permintaan gas secara global terus berlanjut. Kemudian diperparah dengan terpangkasnya harga berbagai gas. "Sementara asumsi ekonomi yang digunakan dalam revisi PoD-1 adalah minyak 65/bbl per dolar Amerika Serikat, LNG per dolar AS 7,47/mmbtu, dan Gas Pipa per dolar AS 6/mmbtu," kata dia
Ketiga, isu kemitraan di mana hengkangnya Shell Upstream Overseas Ltd dari proyek tersebut. Shell telah melakukan divestasi kepemilikan PI di WK Abadi Masela. Lalu, Shell telah mengajukan izin pembukaan data yang disetujui Ditjen Migas. Bahkan, telah persetujuan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Adapun solusi yang diusulkan SKK Migas dan Inpex Corporation terkait persoalan HSE akibat damlak Corona adalah dengan mempercepat proses penyusunan Amdal melalui pengolahan data non seasonal. "Kami akan mengusulkan kepada KLHK, agar proses dilakukan secara remote (melalui video call). Sedangkan terkait pengolahan data seasonal, diusulkan menggunakan data sekunder paparnya," katanya.
Sementara untuk menjawab isu keuangan dan perekonomian global, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sedang melakukan evaluasi ulang untuk disampaikan ke SKK Migas. Untuk mengatasi isu kemitraan, Shell akan menyelesaikan proses divestasi dengan target 18 bulan. Begitupun Inpex selaku operator tetap berkomitmen dalam pengembangan lapangan abadi Masela
(nng)
Lihat Juga :