Keserakahan Orang Terkaya Dunia, Raup Rp677.915 Triliun tanpa Kenaikan Pajak

Minggu, 28 Juli 2024 - 08:11 WIB
loading...
A A A
Di sisi lain Menteri Keuangan G20 diperkirakan akan mencapai kesepakatan global penting yang bertujuan menaikkan pajak pada golongan orang super kaya. Dipelopori oleh Presidensi G20 Brasil dan didukung oleh negara-negara seperti Afrika Selatan, Spanyol, dan Prancis, inisiatif ini menanggapi meningkatnya tekanan publik untuk mengatasi ketidaksetaraan ekstrem dan memastikan kontribusi pajak yang adil dari orang kaya.

Diketahui negara-negara G20 merupakan rumah bagi hampir empat dari lima miliarder dunia. Kondisi saat ini menurut Oxfam, merupakan saat yang tepat untuk menaikkan pajak terhadap orang terkaya dunia.

"Momentum untuk menaikkan pajak pada orang super kaya tidak dapat disangkal, dan minggu ini adalah ujian nyata pertama bagi pemerintah G20. Apakah mereka memiliki kemauan politik untuk mencapai standar global yang menempatkan kebutuhan banyak orang di atas keserakahan segelintir elit?" kata Kepala Kebijakan Ketidaksetaraan Oxfam International, Max Lawson dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Forbes.

Ada beberapa fakta, salah satunya yakni Afrika Selatan memiliki ketimpangan tertinggi dalam distribusi pendapatan pada tahun 2023. Tetangganya di Afrika Selatan, Namibia berada pada urutan kedua, menurut Statista.

Kenaikan pajak orang super kaya tidak lepas dari pro dan kontra, dimana AS (Amerika Serikat) berdiri teguh menentang pajak kekayaan bersih tahunan 8% yang diusulkan, menurut AFP.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Momentum Jakarta Fair,...
Momentum Jakarta Fair, Bapenda DKI Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Menkeu Purbaya Pastikan...
Menkeu Purbaya Pastikan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Rekomendasi
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
Badan Gizi Nasional...
Badan Gizi Nasional dan Reduksi Orkestrasi Pemenuhan Gizi
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Mantan Dirjen PHU Hilman Latief terkait Kasus Kuota Haji
Berita Terkini
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Infografis
Daftar 5 Presiden Terkaya...
Daftar 5 Presiden Terkaya di Dunia, Nomor 1 Vladimir Putin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved