Sempat Menyesal Gabung Belt and Road Initiative, Italia Kini Ajak China Rujuk

Senin, 29 Juli 2024 - 19:20 WIB
loading...
A A A
Kunjungan PM Giorgia Meloni selama lima hari, setelah beberapa bulan lalu Italia memutuskan keluar dari Belt and Road Initiative China. Diketahui Belt and Road Initiative merupakan kebijakan andalan Presiden Xi Jinping untuk membangun infrastruktur listrik dan transportasi di seluruh dunia untuk merangsang perdagangan global sambil juga memperdalam hubungan China dengan negara-negara lain.

Namun Italia sepertinya tetap ingin mengejar hubungan ekonomi yang kuat dengan China. Stellantis, pembuat mobil yang mencakup Fiat Italia, mengumumkan pada bulan Mei bahwa mereka telah membentuk usaha patungan dengan Leapmotor, sebuah startup mobil listrik China, untuk mulai menjual EV (mobil listrik) di Eropa.

Li yang berbicara kepada para pemimpin bisnis Italia dan China setelah menggelar pertemuan dengan Meloni, mengatakan bahwa China ingin meningkatkan ekonominya lewat lonjakan permintaan untuk produk berkualitas tinggi, serta memperluas peluang kerja sama antara perusahaan dari kedua negara.

PM China, Li Qiang juga berjanji bakal membuka pasar China lebih lebar, untuk memastikan perusahaan asing mendapatkan perlakuan yang sama dengan perusahaan China. Ditambah menciptakan lingkungan bisnis yang transparan dan dapat diprediksi, yang kerap dikeluhkan oleh para pelaku bisnis.

"Pada saat yang sama, kami berharap Italia akan bekerja dengan China untuk menyediakan lingkungan bisnis yang lebih adil dan non-diskriminatif bagi perusahaan China yang melakukan bisnis di Italia," katanya.

Sementara itu Meloni mengutarakan kepada para pemimpin bisnis bahwa kedua belah pihak telah menandatangani memorandum kolaborasi industri yang mencakup kendaraan listrik dan energi terbarukan, yang dia gambarkan sebagai "sektor di mana China telah beroperasi di perbatasan teknologi selama beberapa waktu ... dan berbagi batas-batas pengetahuan baru dengan mitra."

Pada saat yang sama kendaraan listrik juga menjadi pemicu memanasnya hubungan dagang China-UE, dimana Uni Eropa memberlakukan tarif sementara hingga 37,6% pada mobil listrik buatan China pada awal Juli. Kedua belah pihak saat ini masih melakukan pembicaraan untuk mencoba menyelesaikan masalah ini pada tenggat waktu awal November.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Rekomendasi
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
Ketua MUI Harap KUII...
Ketua MUI Harap KUII VIII Keluarkan Rekomendasi Tegas Penolakan Praktik LGBT
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 34: Suasana Kampung Sindang Barang Mendadak Tegang
Berita Terkini
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved