Raih Laba Tebal, IPCC Perkuat Kolaborasi dengan Pabrikan Mobil
Selasa, 30 Juli 2024 - 19:02 WIB
loading...
A
A
A
Pada Semester II tahun 2024 diharapkan seluruh car maker dapat mengirimkan seluruh cargo yang dibuat di dalam negeri untuk diekspor melalui terminal IPCC.
Sekitar 30.000 unit kendaraan listrik khususnya mobil dari China ditargetkan dilayani di fasilitas pelabuhan IPCC.
Sugeng Mulyadi menegaskan, di tengah menurunnya nilai impor dan ekspor Indonesia khususnya cargo kendaraan, IPCC berhasil membukukan kinerja positif. IPCC berhasil mencatatkan peningkatan laba bersih semester I menjadi Rp80,69 miliar dari sebelumnya Rp78,91 miliar.
Baca Juga : Penjualan Mobil Baru Macet, Kemenperin Usul Insentif Pajak
Sedangkan Direktur Operasi dan Teknik IPCC, Bagus Dwipoyono mengungkapkan, hingga akhir tahun ini IPCC mengalokasikan belanja modal senilai Rp17 miliar.
Pelayanan jasa terminal sebagai layanan utama masih menjadi primadona sebagai pencetak pundi-pundi keuangan IPCC dengan kenaikan 1,44% menjadi Rp340,96 Miliar (YoY) hingga Juni 2024. Kemudian diikuti dengan pendapatan dari layanan PDC berupa pengusahaan tanah dan bangunan yang meningkat sebesar 45,23% dari Rp5,8 miliar menjadi Rp8,5 miliar.
Sekitar 30.000 unit kendaraan listrik khususnya mobil dari China ditargetkan dilayani di fasilitas pelabuhan IPCC.
Sugeng Mulyadi menegaskan, di tengah menurunnya nilai impor dan ekspor Indonesia khususnya cargo kendaraan, IPCC berhasil membukukan kinerja positif. IPCC berhasil mencatatkan peningkatan laba bersih semester I menjadi Rp80,69 miliar dari sebelumnya Rp78,91 miliar.
Baca Juga : Penjualan Mobil Baru Macet, Kemenperin Usul Insentif Pajak
Sedangkan Direktur Operasi dan Teknik IPCC, Bagus Dwipoyono mengungkapkan, hingga akhir tahun ini IPCC mengalokasikan belanja modal senilai Rp17 miliar.
Pelayanan jasa terminal sebagai layanan utama masih menjadi primadona sebagai pencetak pundi-pundi keuangan IPCC dengan kenaikan 1,44% menjadi Rp340,96 Miliar (YoY) hingga Juni 2024. Kemudian diikuti dengan pendapatan dari layanan PDC berupa pengusahaan tanah dan bangunan yang meningkat sebesar 45,23% dari Rp5,8 miliar menjadi Rp8,5 miliar.
(fch)
Lihat Juga :