Wanginya Ekspor Kopi Indonesia, Surplus USD560 Juta di Awal Tahun
Senin, 24 Agustus 2020 - 19:07 WIB
loading...
A
A
A
Meski ekspor kopi Indonesia masih positif, namun impor kopi juga perlu menjadi perhatian. Tren impor kopi selama 2015-2019 menunjukkan peningkatan sebesar 15,54%. Menurut Olvy, peningkatan impor kopi terjadi seiring dengan meningkatnya konsumsi kopi di dalam negeri.
"Orang lebih senang minum kopi di dalam negeri, itu kita sangat apresiasi. Gerai-gerai kopi juga berkembang pesat. Tapi sedihnya yang diminum bukan hanya kopi Indonesia saja. Ternyata banyak juga kopi-kopi impor. Memang ada pasar tertentu yang membutuhkan produk impor dan tergantung bagaimana kita menciptakan sebuah kopi," ungkapnya.
Meski begitu, Olvy meyakini kopi Indonesia masih mempunyai peluang bisnis yang sangat besar di dalam negeri maupun di luar negeri. Permintaan kopi di beberapa negara seperti Eropa, Amerika Serikat, dan Mesir stabil dan cenderung meningkat.
"Pasar lain yang perlu kita pegang adalah Middle East. Ini perlu kita tingkatkan ekspor kopi ke sana karena minum kopi di negara-negara tersebut sudah jadi bagian dari hospitality," jelasnya.
"Orang lebih senang minum kopi di dalam negeri, itu kita sangat apresiasi. Gerai-gerai kopi juga berkembang pesat. Tapi sedihnya yang diminum bukan hanya kopi Indonesia saja. Ternyata banyak juga kopi-kopi impor. Memang ada pasar tertentu yang membutuhkan produk impor dan tergantung bagaimana kita menciptakan sebuah kopi," ungkapnya.
Meski begitu, Olvy meyakini kopi Indonesia masih mempunyai peluang bisnis yang sangat besar di dalam negeri maupun di luar negeri. Permintaan kopi di beberapa negara seperti Eropa, Amerika Serikat, dan Mesir stabil dan cenderung meningkat.
"Pasar lain yang perlu kita pegang adalah Middle East. Ini perlu kita tingkatkan ekspor kopi ke sana karena minum kopi di negara-negara tersebut sudah jadi bagian dari hospitality," jelasnya.
(akr)
Lihat Juga :