Desa Berdaya Energi PLN EPI Kerek Ekonomi Warga Gunung Kidul
Rabu, 31 Juli 2024 - 17:15 WIB
loading...
A
A
A
Tanaman multifungsi indigofera dalam program ini ditanam di lahan seluas 30 hektare (ha) yang terdiri dari Sultan Ground, atau tanah milik Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, tanah kas desa milik Pemda DIY dan pekarangan rumah warga. Tanaman ini mampu menghasilkan biomassa yang tinggi, dimana setiap 50.000 tanaman dapat menghasilkan 300 ton biomassa.
Daun tanaman multifungsi ini digunakan sebagai pakan ternak, sementara batangnya dikumpulkan oleh BUMDes untuk dijual ke PLN sebagai biomassa untuk cofiring pembangkit. Sejauh ini, penanaman tanaman multifungsi di Gombang dan Karang Asem telah mencapai 100.000 bibit. "Tanaman-tanaman ini ditanam di pekarangan rumah warga, tanah kas desa dan lahan milik Sri Sultan dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pemangku kepentingan," kata Lurah Karang Asem, Parimin.
Dia berharap program Desa Berdaya Energi di Karang Asem dan Gombang ini dapat menjadi contoh sukses dalam upaya penurunan emisi dan pemberdayaan masyarakat. Hal itu diamini Lurah Gombang, Supriyanto yang mengatakan bahwa program ini tidak hanya akan menurunkan emisi karbon, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
"Masyarakat akan mendapatkan manfaat dari penjualan ranting tanaman ini. Kami berharap tahun depan sudah bisa mulai panen dan memberikan tambahan penghasilan bagi warga," tutup Supriyanto.
Daun tanaman multifungsi ini digunakan sebagai pakan ternak, sementara batangnya dikumpulkan oleh BUMDes untuk dijual ke PLN sebagai biomassa untuk cofiring pembangkit. Sejauh ini, penanaman tanaman multifungsi di Gombang dan Karang Asem telah mencapai 100.000 bibit. "Tanaman-tanaman ini ditanam di pekarangan rumah warga, tanah kas desa dan lahan milik Sri Sultan dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pemangku kepentingan," kata Lurah Karang Asem, Parimin.
Dia berharap program Desa Berdaya Energi di Karang Asem dan Gombang ini dapat menjadi contoh sukses dalam upaya penurunan emisi dan pemberdayaan masyarakat. Hal itu diamini Lurah Gombang, Supriyanto yang mengatakan bahwa program ini tidak hanya akan menurunkan emisi karbon, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
"Masyarakat akan mendapatkan manfaat dari penjualan ranting tanaman ini. Kami berharap tahun depan sudah bisa mulai panen dan memberikan tambahan penghasilan bagi warga," tutup Supriyanto.
(fjo)
Lihat Juga :