Laba Bersih MSIN Naik 24% Jadi Rp306 Miliar di Semester I-2024
Kamis, 01 Agustus 2024 - 09:55 WIB
loading...
A
A
A
Pendapatan berlangganan mencapai Rp189 miliar pada Q2-2024, meningkat 51% YoY dari tahun sebelumnya. Secara QoQ, pendapatan berlangganan tumbuh sebesar 45%. Pertumbuhan ini didorong oleh pilihan konten olahraga berkualitas tinggi, termasuk beragam pertandingan sepak bola tim nasional Indonesia, RCTI Premium Sports, dan EURO 2024. Untuk H1-2024, pendapatan berlangganan meningkat sebesar 28% YoY, naik dari Rp249 miliar menjadi Rp320 miliar.
Baca Juga: Kinerja Baik, MSIN Catatkan Pendapatan Rp824 Miliar di Kuartal I 2023
Adapun beban langsung turun 9% YoY menjadi Rp1.004 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya produksi konten untuk MNCN karena dampak Analog Switch (ASO), menyebabkan MNCN berproduksi lebih banyak konten independen di studio televisinya dan penyesuaian alokasi slot karena adanya EURO 2024 pada Q2-2024. Selain itu, penggunaan Movieland, menurunkan biaya produksi konten yang dibuat di fasilitas tersebut, berkontribusi terhadap pengurangan biaya.
Pada paruh pertama 2024, EBITDA meningkat sebesar 1% YoY menjadi Rp488 miliar, dengan marjin EBITDA naik menjadi 30%. Laba bersih juga meningkat sebesar 24% YoY menjadi Rp306 miliar, mencerminkan marjin laba bersih sebesar 19%. Keduanya, EBITDA dan laba bersih mengalami pertumbuhan secara QoQ yang substansial dari Q1-2024 dibanding Q2-2024, masing-masing naik sebesar 34% dan 61%.
Pendapatan berlangganan mencapai Rp189 miliar pada Q2-2024, meningkat 51% YoY dari tahun sebelumnya. Secara QoQ, pendapatan berlangganan tumbuh sebesar 45%. Pertumbuhan ini didorong oleh pilihan konten olahraga berkualitas tinggi, termasuk beragam pertandingan sepak bola tim nasional Indonesia, RCTI Premium Sports, dan EURO 2024. Untuk H1-2024, pendapatan berlangganan meningkat sebesar 28% YoY, naik dari Rp249 miliar menjadi Rp320 miliar.
Baca Juga: Kinerja Baik, MSIN Catatkan Pendapatan Rp824 Miliar di Kuartal I 2023
Adapun beban langsung turun 9% YoY menjadi Rp1.004 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya produksi konten untuk MNCN karena dampak Analog Switch (ASO), menyebabkan MNCN berproduksi lebih banyak konten independen di studio televisinya dan penyesuaian alokasi slot karena adanya EURO 2024 pada Q2-2024. Selain itu, penggunaan Movieland, menurunkan biaya produksi konten yang dibuat di fasilitas tersebut, berkontribusi terhadap pengurangan biaya.
Pada paruh pertama 2024, EBITDA meningkat sebesar 1% YoY menjadi Rp488 miliar, dengan marjin EBITDA naik menjadi 30%. Laba bersih juga meningkat sebesar 24% YoY menjadi Rp306 miliar, mencerminkan marjin laba bersih sebesar 19%. Keduanya, EBITDA dan laba bersih mengalami pertumbuhan secara QoQ yang substansial dari Q1-2024 dibanding Q2-2024, masing-masing naik sebesar 34% dan 61%.
Pendapatan berlangganan mencapai Rp189 miliar pada Q2-2024, meningkat 51% YoY dari tahun sebelumnya. Secara QoQ, pendapatan berlangganan tumbuh sebesar 45%. Pertumbuhan ini didorong oleh pilihan konten olahraga berkualitas tinggi, termasuk beragam pertandingan sepak bola tim nasional Indonesia, RCTI Premium Sports, dan EURO 2024. Untuk H1-2024, pendapatan berlangganan meningkat sebesar 28% YoY, naik dari Rp249 miliar menjadi Rp320 miliar.
(nng)
Lihat Juga :