Laba Bersih Barito Pacific Tumbuh Double Digit di Semester I-2024
Kamis, 01 Agustus 2024 - 11:51 WIB
loading...
A
A
A
"TAM terjadwal di kompleks petrokimia kami merupakan aktivitas rutin untuk memastikan keandalan fasilitas dan memenuhi ketentuan peraturan yang berlaku. Kontribusi dari Sidrap I yang baru saja diakuisisi membantu mengurangi sebagian penurunan pendapatan, karena pada periode ini berhasil mencapai rekor produksi tertinggi sejak pertama kali beroperasi," jelas Agus.
Menurut dia, kontribusi dari Sidrap I tersebut menunjukkan nilai strategis yang diperoleh Perseroan dari penerapan strategi diversifikasi portofolio di sektor energi baru terbarukan (EBT).
Upaya mendorong pertumbuhan secara anorganik dilakukan BRPT dengan menerapkan proses akuisisi yang terfokus dan mengedepankan kemitraan strategis, sehingga langkah ini akan memperkuat posisi pasar Barito Pacific dan sekaligus memuluskan proses transisi menjadi pemain regional terkemuka.
Agus menyampaikan, kondisi yang dialami BRPT selama enam bulan pertama di 2024 tersebut berdampak terhadap kinerja operasional, tercermin dari EBITDA (konsolidasian) sebesar USD271 juta, dengan marjin EBITDA sebesar 23,4%. Rasio utang bersih terhadap ekuitas di Semester I-2024 relatif stabil sebesar 0,73x, yang sekaligus mencerminkan kuatnya komitmen menjaga profil keuangan yang sehat di tengah rencana ekspansi Perseroan.
“Terlepas dari fluktuasi pasar, kondisi Barito Pacific terus menunjukkan ketahanan yang kokoh dengan profil likuiditas yang terjaga untuk dapat mendukung ekspansi yang sedang berlangsung dan memberikan kemampuan di dalam memanfaatkan peluang anorganik,” tutur Agus.
Seperti diketahui, pada Mei 2024, Chandra Asri Petrochemical (CAP) bersama Glencore Plc menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi seluruh kepemilikan Shell Singapore Pte Ltd pada Shell Energy Chemicals Park Singapore (SECP). Proses transaksi diperkirakan selesai pada akhir 2024 dan saat ini masih menunggu persetujuan regulator. Aksi korporasi ini diyakini akan memperkuat posisi dan meningkatkan daya saing Chandra Asri di market regional.
Menurut dia, kontribusi dari Sidrap I tersebut menunjukkan nilai strategis yang diperoleh Perseroan dari penerapan strategi diversifikasi portofolio di sektor energi baru terbarukan (EBT).
Upaya mendorong pertumbuhan secara anorganik dilakukan BRPT dengan menerapkan proses akuisisi yang terfokus dan mengedepankan kemitraan strategis, sehingga langkah ini akan memperkuat posisi pasar Barito Pacific dan sekaligus memuluskan proses transisi menjadi pemain regional terkemuka.
Agus menyampaikan, kondisi yang dialami BRPT selama enam bulan pertama di 2024 tersebut berdampak terhadap kinerja operasional, tercermin dari EBITDA (konsolidasian) sebesar USD271 juta, dengan marjin EBITDA sebesar 23,4%. Rasio utang bersih terhadap ekuitas di Semester I-2024 relatif stabil sebesar 0,73x, yang sekaligus mencerminkan kuatnya komitmen menjaga profil keuangan yang sehat di tengah rencana ekspansi Perseroan.
“Terlepas dari fluktuasi pasar, kondisi Barito Pacific terus menunjukkan ketahanan yang kokoh dengan profil likuiditas yang terjaga untuk dapat mendukung ekspansi yang sedang berlangsung dan memberikan kemampuan di dalam memanfaatkan peluang anorganik,” tutur Agus.
Seperti diketahui, pada Mei 2024, Chandra Asri Petrochemical (CAP) bersama Glencore Plc menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi seluruh kepemilikan Shell Singapore Pte Ltd pada Shell Energy Chemicals Park Singapore (SECP). Proses transaksi diperkirakan selesai pada akhir 2024 dan saat ini masih menunggu persetujuan regulator. Aksi korporasi ini diyakini akan memperkuat posisi dan meningkatkan daya saing Chandra Asri di market regional.
Lihat Juga :