Likuiditas TPIA Capai USD2,2 Miliar di Akhir Semester I-2024
Kamis, 01 Agustus 2024 - 14:06 WIB
loading...
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan likuiditas yang kuat hingga akhir Semester I-2024. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Chandra Asri Pacific Tbk ( TPIA ) mencatatkan likuiditas yang kuat hingga akhir Semester I-2024 mencapai USD2,2 miliar terutama pada akun kas dan setara kas sebesar USD1,1 miliar pada neraca Perseroan.
Selain likuiditas dalam bentuk kas dan setara kas untuk periode yang berakhir 30 Juni 2024 tersebut, likuiditas TPIA juga terdapat pada instrumen surat berharga sebesar USD0,9 miliar dan sebesar USD0,2 miliar dalam bentuk fasilitas kredit bergulir.
Direktur Chandra Asri Group, Suryandi, pada paruh pertama tahun ini Perseroan berhasil mempertahankan EBITDA positif sebesar USD18 juta. Capaian TPIA di Semester I-2024 terpengaruh oleh kondisi pasar global yang menantang, serta adanya pemeliharaan fasilitas operasional terjadwal atau Turn Around Maintenance (TAM).
"Pemeliharaan rutin ini untuk memastikan keandalan pabrik, keselamatan dan kepatuhan terhadap peraturan. Upaya perawatan ini melibatkan tim berpengalaman yang melakukan perbaikan kritis dan mengintegrasikan fasilitas baru untuk mendukung pertumbuhan di masa depan," papar Suryandi dalam pernyataannya, dikutip Kamis (1/8/2024).
Baca Juga: Laba Bersih Telkom Turun Jadi Rp11,76 Triliun, Ini Pemicunya
Selain likuiditas dalam bentuk kas dan setara kas untuk periode yang berakhir 30 Juni 2024 tersebut, likuiditas TPIA juga terdapat pada instrumen surat berharga sebesar USD0,9 miliar dan sebesar USD0,2 miliar dalam bentuk fasilitas kredit bergulir.
Direktur Chandra Asri Group, Suryandi, pada paruh pertama tahun ini Perseroan berhasil mempertahankan EBITDA positif sebesar USD18 juta. Capaian TPIA di Semester I-2024 terpengaruh oleh kondisi pasar global yang menantang, serta adanya pemeliharaan fasilitas operasional terjadwal atau Turn Around Maintenance (TAM).
"Pemeliharaan rutin ini untuk memastikan keandalan pabrik, keselamatan dan kepatuhan terhadap peraturan. Upaya perawatan ini melibatkan tim berpengalaman yang melakukan perbaikan kritis dan mengintegrasikan fasilitas baru untuk mendukung pertumbuhan di masa depan," papar Suryandi dalam pernyataannya, dikutip Kamis (1/8/2024).
Baca Juga: Laba Bersih Telkom Turun Jadi Rp11,76 Triliun, Ini Pemicunya
Lihat Juga :