Impor LPG Makin Jumbo Tembus 6 Juta Ton per Tahun, Menteri ESDM: Jangan Boros!
Jum'at, 02 Agustus 2024 - 22:05 WIB
loading...
Menteri ESDM, Arifin Tasrif mengungkapkan, pemerintah tengah mendorong pembangunan infrastruktur gas bumi untuk menekan angka impor LPG yang tembus 6 juta ton per tahun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan, pemerintah tengah mendorong pembangunan infrastruktur gas bumi untuk menekan angka impor Liquefied Petroleum Gas ( LPG ) yang tembus 6 juta ton per tahun.
Baca Juga: Singgung Soal Mafia, Erick Thohir Wanti-wanti Permainan Impor LPG
Arifin bilang, salah satunya yaitu fokus menyelesaikan pipa gas Cirebon-Semarang (Cisem) yang kemudian aikan dilanjutkan dengan penyelesaian pipa Dumai-Sei Mangkei (Dusem). Ia berharap, dengan adanya tarnsmisi gas ini akan mendorong pembangunan jaringan distribusi gas sehingga bisa lebih dimanfaatkan oleh masyarakat.
"Nah dengan adanya transmisi gas ini, nanti juga ke depannya akan membuka wilayah jaringan-jaringan distribusi gas. Wilayah itu didorong untuk bisa menyediakan jaringan gas ke masyarakat dan selain industri," tutur Arifin ketika ditemui di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Migas), Jakarta, Jumat (2/8/2024).
"Karena dengan adanya itu kita bisa ngurangin impor LPG . Sekarang kan kita impor LPG lebih dari 6 juta ton setahun. Kalau harganya 575 dolar per ton. Jadi jangan boros pakai LPG," tambah Arifin.
Baca Juga: Singgung Soal Mafia, Erick Thohir Wanti-wanti Permainan Impor LPG
Arifin bilang, salah satunya yaitu fokus menyelesaikan pipa gas Cirebon-Semarang (Cisem) yang kemudian aikan dilanjutkan dengan penyelesaian pipa Dumai-Sei Mangkei (Dusem). Ia berharap, dengan adanya tarnsmisi gas ini akan mendorong pembangunan jaringan distribusi gas sehingga bisa lebih dimanfaatkan oleh masyarakat.
"Nah dengan adanya transmisi gas ini, nanti juga ke depannya akan membuka wilayah jaringan-jaringan distribusi gas. Wilayah itu didorong untuk bisa menyediakan jaringan gas ke masyarakat dan selain industri," tutur Arifin ketika ditemui di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Migas), Jakarta, Jumat (2/8/2024).
"Karena dengan adanya itu kita bisa ngurangin impor LPG . Sekarang kan kita impor LPG lebih dari 6 juta ton setahun. Kalau harganya 575 dolar per ton. Jadi jangan boros pakai LPG," tambah Arifin.
Lihat Juga :