Produsen Migas di Inggris Siap-siap Boncos Usai Kena Pajak Tinggi

Minggu, 04 Agustus 2024 - 15:20 WIB
loading...
A A A
CEO produsen minyak Viaro Energy, Francesco Mazzagatti mengatakan, bahwa proposal baru itu tidak kondusif untuk tujuan net-zero.

"Laporan industri sangat membuktikan bahwa ketergantungan pada minyak dan gas akan diperlukan dalam beberapa dekade mendatang, dan impor secara signifikan lebih intensif emisi daripada pasokan lokal," kata Mazzagatti.

Konsultan Wood Mackenzie mengatakan, EPL dapat mengumpulkan 1,2 miliar pound (USD1,54 miliar) per tahun, atau 6 miliar pound selama parlemen berikutnya, tetapi memperingatkan itu juga akan menyebabkan "perlambatan investasi prematur" di sektor ini.

Eksekutif perusahaan mengatakan, langkah-langkah tersebut akan mengeringkan investasi. "Saya berharap pemerintah melakukan sesuatu yang masuk akal daripada melemparkan bola perusak melintasi Laut Utara," kata David Latin, Chairman produsen Laut Utara Serica Energy, kepada Reuters.

"Risikonya adalah mereka akan mencoba mengurangi tunjangan modal dan itu berarti kami tidak akan berinvestasi. Ketika cekungan berhenti berinvestasi, output mulai menurun lebih cepat dan pendapatan turun," kata Latin.

Pajak rejeki nomplok 25% pertama dikenakan pada tahun 2022 setelah lonjakan harga energi imbas invasi Rusia ke Ukraina. Kemudian selanjutnya kembali dinaikkan menjadi 35%.

Retribusi rejeki nomplok menghapus sebagian besar keuntungan bagi produsen migas tahun lalu. Produsen, termasuk Serica, Ithaca Energy dan Harbour Energy, produsen terbesar cekungan, juga berusaha untuk mengalihkan operasi ke luar negeri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
PGTC 2026 Perkenalkan...
PGTC 2026 Perkenalkan Bisnis Hilir Energi kepada Mahasiswa
Mahasiswa UGM Pelajari...
Mahasiswa UGM Pelajari Bisnis Hilir Migas di Pertamina Patra Niaga
Canda Bahlil ke Nusron...
Canda Bahlil ke Nusron Wahid Berkacamata Hitam, Sedih Inggris Kalah vs Argentina
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
Rekomendasi
Para Turis Israel Dipukuli...
Para Turis Israel Dipukuli di Montenegro, Diteriaki 'Pelaku Genosida Gaza'
Mojtaba Khamenei: Tanda...
Mojtaba Khamenei: Tanda Tangan Trump di MoU AS-Iran Tak Berharga dan Tak Miliki Kredibilitas!
Mbappe Lewati Messi...
Mbappe Lewati Messi Jadi Pemain Tersubur Sepanjang Piala Dunia, Ini Komentarnya
Berita Terkini
Inflasi AS Turun Jadi...
Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
Biaya Nongkrong Kian...
Biaya Nongkrong Kian Mahal, Bikin Orang Enggan Bertemu
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
Infografis
Inggris-Prancis Siap...
Inggris-Prancis Siap Pimpin Koalisi Tentara ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved