Produsen Migas di Inggris Siap-siap Boncos Usai Kena Pajak Tinggi

Minggu, 04 Agustus 2024 - 15:20 WIB
loading...
A A A
Produksi Laut Utara Inggris mencapai sekitar 1,3 juta barel setara minyak per hari (boed), menurut regulator Otoritas Transisi Laut Utara (NSTA). Raihan tersebut turun dari sekitar 4,4 juta boed - lebih banyak dari OPEC papa atas, Irak - pada awal milenium. Kini output diproyeksikan menurun menjadi kurang dari 200.000 boed pada tahun 2050, kata NSTA.

"Cepat atau lambat, pemerintah akan dipaksa untuk mengatasi kekhawatiran yang sangat serius untuk keamanan energi Inggris, karena mereka tampaknya tidak memperhitungkan risiko energi yang mereka hadapi," kata Mazzagatti dalam sebuah pernyataan kepada Reuters.

Viaro mengumumkan, pada hari Selasa bahwa mereka akan membeli ladang minyak dan aset di Laut Utara selatan dari Shell dan Exxon Mobil. CEO Shell, Wael Sawan mengatakan, bahwa stabilitas fiskal sangat penting bagi pemerintah untuk memenuhi target transisi energinya.

Konsultan Welligence mengungkap, bahwa pemerintah kemungkinan akan menghentikan putaran perizinan eksplorasi minyak dan gas di masa depan.

"Penghentian perizinan dan perkembangan baru sebelum waktunya memiliki efek tiga kali lipat dari pengurangan keamanan energi Inggris, menantang kemampuannya untuk memenuhi target nol bersih emisi dan menempatkan ekspektasi yang mustahil pada energi baru untuk diberikan," kata analis Welligence David Moseley dalam sebuah catatan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
PGTC 2026 Perkenalkan...
PGTC 2026 Perkenalkan Bisnis Hilir Energi kepada Mahasiswa
Mahasiswa UGM Pelajari...
Mahasiswa UGM Pelajari Bisnis Hilir Migas di Pertamina Patra Niaga
Canda Bahlil ke Nusron...
Canda Bahlil ke Nusron Wahid Berkacamata Hitam, Sedih Inggris Kalah vs Argentina
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
Rekomendasi
Mbappe Lewati Messi...
Mbappe Lewati Messi Jadi Pemain Tersubur Sepanjang Piala Dunia, Ini Komentarnya
Para Turis Israel Dipukuli...
Para Turis Israel Dipukuli di Montenegro, Diteriaki 'Pelaku Genosida Gaza'
Drama 10 Gol! Inggris...
Drama 10 Gol! Inggris vs Prancis Resmi Jadi Laga Paling Produktif di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Inflasi AS Turun Jadi...
Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
Biaya Nongkrong Kian...
Biaya Nongkrong Kian Mahal, Bikin Orang Enggan Bertemu
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
Infografis
Inggris-Prancis Siap...
Inggris-Prancis Siap Pimpin Koalisi Tentara ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved