Demam Resesi AS Bisa Bikin Ekonomi RI Sakit, Ini Obatnya dari Ekonom

Selasa, 06 Agustus 2024 - 19:33 WIB
loading...
A A A
Selain itu, pelemahan permintaan AS akan produk negara yang menjadi partner dagangnya seperti China, Thailand, Taiwan dan Vietnam, akan berdampak pada penurunan permintaan negara-negara tersebut terhadap produk tanah air dan membanjirnya produk mereka ke pasar alternatif termasuk Indonesia.

"Dua hal ini tentunya berdampak bagi produsen kita, baik yang berorientasi ekspor maupun domestik," terangnya

Kedua, melalui jalur investasi. Ketidakpastian global membuat investor menahan keputusan investasi dan memindahkan investasi mereka dari negara yang dipersepsikan sebagai negara berisiko tinggi, termasuk Indonesia, ke negara yang dianggap lebih aman.

Hal ini akan berdampak bagi minat investor untuk membeli SBN yang berujung pada semakin lemahnya keberlanjutan fiskal pemerintah. Selain itu, juga penurunan harga saham-saham perusahaan yang di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Terakhir, melalui jalur psikologis. Apa yang terjadi di AS akan memberikan dampak psikologis bagi pelaku ekonomi, dimana pasar dan pelaku usaha cenderung over-react terhadap apa yang terjadi. Hal ini alam memperburuk keadaan; memperlambat yang sudah melambat, dan meningkatkan volatilitas hal-hal yang sudah volatile.

Meskipun begitu, Wijayanto menilai bahwa saat ini dirinya belum melihat tanda-tanda ekonomi AS akan menuju resesi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Selain Sertifikat TKA,...
Selain Sertifikat TKA, Ini Syarat Dokumen SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Infografis
Hindari 5 Makanan Ini...
Hindari 5 Makanan Ini saat Buka Puasa, Bisa Bikin Maag Kambuh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved