Punya Potensi Besar, Oke Vision Bakal Bidik 20% Pelanggan Malaysia

Jum'at, 09 Agustus 2024 - 21:17 WIB
loading...
Punya Potensi Besar,...
Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo (HT), saat perayaan ulang tahun ke-30 atau tiga dekade MNC Vision Network Group, iNews Tower, Jakarta Pusat, Jumat (9/8/2024). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - MNC Group kian memantapkan lini bisnis di bidang konten berkualitas tinggi di pasar Asia Tenggara (ASEAN). Melalui OK Vision, perusahaan membidik 20% pelanggan di Malaysia. OK Vision punya potensi besar untuk menyuguhkan konten berkualitas tinggi, mencakup saluran Malaysia dan Internasional.

Baca Juga: Perayaan 3 Dekade MNC Vision, HT: Sekarang K-Vision Super Luar Biasa

Kabar baik ini disampaikan Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo (HT), saat perayaan ulang tahun ke-30 atau tiga dekade MNC Vision Network Group, iNews Tower, Jakarta Pusat, Jumat (9/8/2024). HT mencatat, jika 20% dari market Malaysia bisa diambil, maka OK Vision bisa mencatatkan setidaknya 1,2 juta lebih pelanggan di Negeri Jiran tersebut.

“Kita berusaha melahirkan baru Oke Vision, oke Vision ini potensinya besar, jadi untuk Malaysia market yang 6 juta lebih yang penetrasi mungkin dapat 80-90 persen, bagaimana kita bisa ambil 20 persen saja, itu 1,2 juta lebih,” ujar Hary.

Baca Juga: Pelanggan MNC Vision Naik, Timnas Indonesia dan Euro 2024 Jadi Katalis Positif

MNC Group memang tengah mengembangkan bisnis digitalnya di Malaysia. Beberapa waktu lalu MNC Group telah menyepakati kerja sama dengan Ansat Broadcast Sdn Bhd (Ansat Broadcast) meluncurkan OK Vision, televisi berbasis pelanggan di Malaysia.

Kerja sama ini menghadirkan setidaknya 35 saluran dengan konten berkualitas tinggi, mencakup saluran Malaysia dan Internasional, saluran yang dikelola MNC, termasuk dokumenter, hiburan, anak-anak, film, dan olahraga serta saluran tontonan gratis dan akses berlangganan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Rupiah Ambruk Sempat...
Rupiah Ambruk Sempat Sentuh Rp17.000 per Dolar AS, Begini Kondisi Terbarunya
Konten Natural Bersama...
Konten Natural Bersama Kekasih Bikin Mohammad Irfan Makin Dikenal Warganet
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Rekomendasi
MAKI Sebut Pelimpahan...
MAKI Sebut Pelimpahan Penanganan Perkara Febrie Ardiansyah Tabrak KUHAP Baru
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
Langkah Menhut Dinilai...
Langkah Menhut Dinilai Berhasil Pulihkan Kepercayaan Investor Perdagangan Karbon
Berita Terkini
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
Infografis
TikTok Dikabarkan Bakal...
TikTok Dikabarkan Bakal Melakukan PHK Besar-besaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved