Asia Lumbung Beras Dunia, Ternyata Indonesia Urutan Ketiga
Sabtu, 29 Agustus 2020 - 18:08 WIB
loading...
A
A
A
4. Bangladesh
![Asia Lumbung Beras Dunia, Ternyata Indonesia Urutan Ketiga]()
Bangladesh terus menggenjot pertumbuhan produksi beras karena tingginya konsumsi beras di tahun-tahun mendatang. Bangladesh menghasilkan hampir 48.980.000 ton beras dalam setahun.
Tetangga India ini menggunakan lebih dari 12 juta ha lahan untuk penanaman padi. Hampir 2/3 penduduk Bangladesh terkait dengan pekerjaan ini dan mata pencaharian mereka sepenuhnya bergantung pada produksi beras.
5. Vietnam
![Asia Lumbung Beras Dunia, Ternyata Indonesia Urutan Ketiga]()
Vietnam adalah negara agraris dan ekonominya sangat bergantung pada produksi beras. Ada dua delta paling terkenal termasuk Sungai Merah utara dan Sungai Mekong selatan tempat padi ditanam di Vietnam. Negeri ini menghasilkan hampir 52% dari total produksi beras di Delta Sungai Mekong.
Vietnam juga menghasilkan hampir 42.763.682 ton beras dalam satu tahun dengan memanfaatkan lebih dari 9,65 juta ha lahan untuk penanaman padi. Total ekspor beras Vietnam hampir 6,67 juta metrik ton per tahun. (Baca juga: Vietnam Marah China Kerahkan Pesawat Pembom ke Paracel Laut China Selatan)
6. Thailand
![Asia Lumbung Beras Dunia, Ternyata Indonesia Urutan Ketiga]()
Sebagai negara agraris, beras memiliki arti penting dalam budaya dan ekonomi Thailand. Negeri gajah putih adalah salah satu negara pengekspor utama beras di dunia. Budidaya padi hampir mencapai 55% dari total luas lahan yang bisa ditanami Thailand dan menghasilkan hampir 33.383.382 ton beras pada 2017.
Thailand menggunakan lebih dari 7,66 juta hektar lahan untuk penanaman padi. Total konsumsi beras rakyatnya adalah sekitar 119 kg per kapita per tahun. (Baca juga: Beras Impor RI Didominasi dari India dan Thailand)
7. Myanmar
![Asia Lumbung Beras Dunia, Ternyata Indonesia Urutan Ketiga]()
Myanmar sebelumnya dikenal sebagai Burma adalah negara penghasil beras terbesar ke-7 di dunia. Pada tahun 1900-an, ekspor beras negara ini hampir mencakup 3/4 bagian dari ekspor beras dunia. Namun dominasi itu turun secara signifikan setelah Perang Dunia II.
Myanmar menghasilkan hampir 25.624.866 ton beras pada 2017 dengan menggunakan lebih dari 6,80 juta ha lahan untuk penanaman padi. Konsumsi beras tahunan per kapita per tahun hampir mencapai 510 kg.

Bangladesh terus menggenjot pertumbuhan produksi beras karena tingginya konsumsi beras di tahun-tahun mendatang. Bangladesh menghasilkan hampir 48.980.000 ton beras dalam setahun.
Tetangga India ini menggunakan lebih dari 12 juta ha lahan untuk penanaman padi. Hampir 2/3 penduduk Bangladesh terkait dengan pekerjaan ini dan mata pencaharian mereka sepenuhnya bergantung pada produksi beras.
5. Vietnam

Vietnam adalah negara agraris dan ekonominya sangat bergantung pada produksi beras. Ada dua delta paling terkenal termasuk Sungai Merah utara dan Sungai Mekong selatan tempat padi ditanam di Vietnam. Negeri ini menghasilkan hampir 52% dari total produksi beras di Delta Sungai Mekong.
Vietnam juga menghasilkan hampir 42.763.682 ton beras dalam satu tahun dengan memanfaatkan lebih dari 9,65 juta ha lahan untuk penanaman padi. Total ekspor beras Vietnam hampir 6,67 juta metrik ton per tahun. (Baca juga: Vietnam Marah China Kerahkan Pesawat Pembom ke Paracel Laut China Selatan)
6. Thailand

Sebagai negara agraris, beras memiliki arti penting dalam budaya dan ekonomi Thailand. Negeri gajah putih adalah salah satu negara pengekspor utama beras di dunia. Budidaya padi hampir mencapai 55% dari total luas lahan yang bisa ditanami Thailand dan menghasilkan hampir 33.383.382 ton beras pada 2017.
Thailand menggunakan lebih dari 7,66 juta hektar lahan untuk penanaman padi. Total konsumsi beras rakyatnya adalah sekitar 119 kg per kapita per tahun. (Baca juga: Beras Impor RI Didominasi dari India dan Thailand)
7. Myanmar

Myanmar sebelumnya dikenal sebagai Burma adalah negara penghasil beras terbesar ke-7 di dunia. Pada tahun 1900-an, ekspor beras negara ini hampir mencakup 3/4 bagian dari ekspor beras dunia. Namun dominasi itu turun secara signifikan setelah Perang Dunia II.
Myanmar menghasilkan hampir 25.624.866 ton beras pada 2017 dengan menggunakan lebih dari 6,80 juta ha lahan untuk penanaman padi. Konsumsi beras tahunan per kapita per tahun hampir mencapai 510 kg.
Lihat Juga :