Dolar AS Diramal Akan Runtuh, Bernasib Sama dengan Inggris

Senin, 12 Agustus 2024 - 07:54 WIB
loading...
A A A
Mereka sedang melakukan tur dunia untuk meyakinkan negara-negara berkembang lainnya untuk mengikuti langkah tersebut dan mendorong mata uang lokal menjadi yang terdepan. Langkah ini akan membuat bisnis lokal berkembang dan mengarah pada ekonomi yang bergantung pada kemampuan mereka sendiri. Hal ini juga akan memberikan dorongan pada ekonomi lokal dan mata uang lokal secara keseluruhan.

Baca Juga: Iran Bakal Serang Israel Selama 4 Hari, Pesawat Sipil Diminta Menjauh hingga 14 Agustus

Berikut langkah-langkah di mana BRICS bergerak cepat dalam agenda dedolarisasi;

1. Menyelesaikan perdagangan dalam mata uang lokal
2. Mengerjakan ulang kesepakatan perdagangan agar sesuai dengan mata uang lokal
3. Berencana menciptakan sistem pembayaran baru tanpa mengintegrasikan dolar AS
4. Bertujuan untuk meluncurkan mata uang BRICS baru untuk transaksi lintas batas
5. Mengupayakan opsi untuk menggunakan mata uang kripto untuk perdagangan
6. Merencanakan Mata Uang Digital Bank Sentral (CBDC) yang sedang dikerjakan
7. Meyakinkan negara-negara lain untuk meninggalkan dolar AS
8. Menjadikan mata uang lokal sebagai satu-satunya alat pembayaran untuk pembayaran minyak dan gas
9. Melantik lebih banyak negara ke dalam aliansi sehingga membuat kelompok ini lebih kuat secara finansial
10.Menerbitkan obligasi baru yang memenuhi kebutuhan aliansi mereka

Jika upaya tersebut berhasil dalam beberapa dekade ke depan, dolar AS dapat menghadapi nasib yang sama dengan Kerajaan Inggris.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Rupiah Melemah Makin...
Rupiah Melemah Makin Dalam Diterpa Serangan AS ke Iran, Hari Ini Rp17.966/USD
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
Rekomendasi
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
2 Pemain Timnas Putri...
2 Pemain Timnas Putri Palestina Diculik Israel, FIFA Tutup Mata
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved