Terungkap! Warga Rusia Masih Doyan Simpan Dolar dan Euro di Tengah Dedolarisasi

Senin, 12 Agustus 2024 - 22:10 WIB
loading...
A A A
Kepala investasi Astra Asset Management di Rusia, Dmitry Polevoy mengatakan, masih banyak orang Rusia memilih menyimpan mata uang asing dalam bentuk tunai untuk perjalanan ke luar negeri, serta kebutuhan impor skala kecil, hingga tabungan domestik.

"Bagi individu, dolar masih merupakan mata uang yang dapat diandalkan," katanya kepada Reuters.

Bank sentral Rusia dan otoritas sanksi Amerika Serikat, Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC), tidak menanggapi permintaan komentar seperti dilansir Reuters.

Rusia mulai melabeli dolar dan euro sebagai mata uang "beracun" pada tahun 2022 setelah AS menutup aksesnya ke sistem keuangan global, menghambat pembayaran dan perdagangan. Ditambah sanksi Barat membekukan sekitar USD300 miliar dari cadangan devisa Bank Rusia di Eropa.

Seorang juru bicara Komisi Eropa mengatakan, Uni Eropa berkolaborasi dengan negara-negara ketiga apabila mereka mencurigai adanya upaya menghindari sanksi.

Catatan Bea Cukai hanya berada pada periode antara Maret 2022 hingga Desember 2023, Reuters menyebutkan tidak dapat mengakses data terbaru.

Dokumen tersebut menunjukkan lonjakan impor uang tunai tepat sebelum invasi. Antara November 2021 dan Februari 2022, uang kertas dolar dan euro senilai USD18,9 miliar masuk ke Rusia, dibandingkan dengan hanya USD17 juta dalam empat bulan sebelumnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
Rekomendasi
Analisis Kritis dan...
Analisis Kritis dan Metodologis Terkait Dugaan Under-Invoicing di Sektor Sawit
Soal Sosok Konglomerat...
Soal Sosok Konglomerat Tan Kian di Kasus Febrie Adriansyah, Polri: Saksi, Bukan Ditahan
Ini Identitas 12 Korban...
Ini Identitas 12 Korban Meninggal dan 6 Luka Akibat Kecelakaan Maut di Pantura
Berita Terkini
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved