alexametrics

Presiden Direktur AT Kearney Indonesia Shirley Santoso

Ingin Membawa Perubahan di Masa Depan

loading...
Ingin Membawa Perubahan di Masa Depan
Presiden Direktur AT Kearney Indonesia Shirley Santoso. (Dok. Koran SINDO).
A+ A-
Perusahaan konsultan asal Amerika Serikat, AT Kearney, telah berkiprah selama 25 tahun di Tanah Air.

AT Kearney yang masuk tiga besar perusahaan konsultan terbaik di Asia mulai beroperasi di Indonesia pada 1991. Sejak itu perusahaan yang bergerak di bidang konsultasi manajemen ini berperan dalam memberi saran-saran strategis bagi banyak perusahaan swasta terkemuka, perusahaan multinasional, dan juga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Seiring makin banyaknya perusahaan lokal dan asing yang ingin berkecimpung dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, AT Kearney berencana melakukan ekspansi dan ingin melakukan transformasi digital di sektor-sektor yang mereka garap.



Bagaimana langkah pengembangan perusahaan ke depan dan juga strategi untuk memenangkan persaingan, berikut petikan wawancara KORAN SINDO dengan Presiden Direktur AT Kearney Indonesia Shirley Santoso di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Bisa diceritakan sekilas tentang core business dari AT Kearney?
AT Kearney adalah salah satu dari perusahaan konsultan manajemen global. Core business kami lebih dari sisi konsultan manajemen. Jadi memberikan saran ke perusahaan mengenai banyak hal. Apakah dari sisi membantu mereka untuk perencanaan strategis sampai melakukan program peningkatan operasional atau menjalankan transformasi di perusahaannya.

Sebagai konsultan, sejauh ini AT Kearney menangani perusahaan dari sektor apa saja. Berapa banyak jumlah klien di Indonesia?
Jumlah klien kami sudah banyak sekali, karena di Jakarta pun AT Kearney sudah 25 tahun. Klien kita banyak dari perusahaan swasta, pemangku kepentingan di perusahaan, atau pemerintah di berbagai sektor mulai dari sektor lembaga keuangan, telekomunikasi, industri, minyak dan gas, kesehatan, ritel, serta sebagainya.

Kalau secara global juga sangat banyak karena AT Kearney sudah didirikan sejak 1926 sebagai perusahaan global dan kita sudah melayani banyak sekali klien besar dan terkemuka di berbagai sektor.

Hal-hal apa saja biasanya yang menjadi masalah atau isu dari perusahaan di Indonesia?
Ada macam-macam masalah mereka. Pertama, kita bicara dari perusahaannya dulu. Klien kita ada dari swasta maupun BUMN. Kalau dari sisi permasalahan, misal ada perusahaan ingin tumbuh jauh lebih cepat. Kita bantu mereka memikirkan strategi ke depan seperti apa supaya mereka bisa tumbuh lebih cepat.

Misalkan kinerjanya yang memburuk dari sisi profitabilitas, lalu mereka meminta bantuan bagaimana caranya supaya bisa turn around perusahaannya. Kita juga membantu mereka menjalankan transformasinya. Jadi isunya bisa bermacam-macam dari market, growth oriented, sampai ke turn around atau ke perbaikan kinerjanya.

Kalau dari sisi pemerintah, kami juga banyak membantu membuat strategi. Terakhir kami membuat strategi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), berkolaborasi membantu mereka untuk membuat Making Indonesia 4.0. Itu salah satu pekerjaan kita.

Apa saja solusi yang diberikan AT Kearney atas masalah-masalah tersebut?
Solusi yang kami berikan bisa berbentuk studi, tapi tidak hanya studi. Kami juga membantu perusahaan menjalankan strateginya yang telah kita bentuk bersama-sama. Dari AT Kearney sebenarnya kami lebih memberikan hasil yang nyata pada klien. Misalkan, saya membantu klien. Klien ini mau meningkatkan kinerjanya.

Jadi kita mulai bantu membuat strateginya. Setelah itu, kita mencanangkan untuk menjalankan strategi ini, peta jalannya harus seperti ini, tahapan-tahapannya seperti ini. Lalu kita bantu klien untuk menjalankan transformasi program di perusahaan itu.

Pada akhirnya yang ingin kita lihat dampak yang kita ciptakan untuk klien ini. Apakah mungkin peningkatan dari sisi finansial, peningkatan profitnya mereka, peningkatan pendapatan mereka, peningkatan shareholder, market share yang mungkin meningkat. Itu menjadi ukuran keberhasilan kita. Jadi seberapa besar hasil atau dampak yang kita berikan ke klien.

Apa saja isu-isu terkini yang menjadi perhatian dari AT Kearney Global maupun AT Kearney Indonesia?
Memang ada beberapa isu sedang kita perhatikan, salah satunya energi terbarukan. Pemerintah telah menetapkan target bauran energi primer sebesar 23% dari energi baru dan terbarukan pada 2025. Itu memang membutuhkan perbaikan kebijakan untuk bisa mencapai target tersebut karena isunya banyak mulai dari pembiayaan, tarif, dan sebagainya.

Ini memang penting sekali untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap energi primer. Kemudian kita juga melihat isu mengenai potensi digital bagi perusahaan. Seperti yang kita ketahui digital itu sangat penting untuk meningkatkan kompetitif perusahaan maupun bagi negara sendiri.

Kami melihat Indonesia belum ada one single digital roadmap. Jadi industri teknologi informasi dan telekomunikasi punya roadmapmasing-masing. Di Kemenperin ada Making Industry 4.0, ada digital elemen, tetapi belum ada satu digital roadmap menyeluruh. Di sisi lain, kita juga butuh banyak investasi di bidang digital terutama infrastruktur.

Dalam pandangan AT Kearney, bagaimana peran digitalisasi dalam meningkatkan efisiensi dan pendapatan di suatu perusahaan?
Digitalisasi sangat penting bagi perusahaan. Kami melakukan studi bahwa digital itu bisa meningkatkan ekonomi di ASEAN sebanyak USD1 triliun pada 2025. Potensinya sangat besar, economic output sebanyak 15- 20%.

Di Making Indonesia 4.0, kita bilang bahwa dengan digital bisa meningkatkan GDP sebanyak 1-2% per tahun. Memang keuntungannya sangat banyak. Bagi perusahaan bisa meningkatkan produktivitas, bisa meningkatkan return capital investment sebesar 3-5%, dan sebagainya.

Dari perusahaan-perusahaan yang ditangani AT Kearney, sudah sejauh mana adopsi digital di Indonesia. Apakah mereka sudah mulai sadar dengan digitalisasi?
Sebenarnya dengan adanya peluncuran Making Indonesia 4.0, kesadaran perusahaan jauh lebih baik. Mereka sadar bahwa digital itu penting, bahwa sekarang itu banyak terjadi digital disruption. Mau tidak mau memang orang harus bersiap dengan digital. Dari situ kita harus melakukan aksi juga.

Apa yang menjadi fokus bisnis serta target AT Kearney tahun ini?
Sebenarnya fokus bisnis kita untuk memberikan value add pada klien-klien kita, apakah bentuknya dari implementasi strategi, program transformasi. Fokus kita adalah bagaimana bisa memberikan hasil nyata pada klien. Jadi kita tidak mau hanya membuat strategi saja, tetapi bagaimana menerjemahkan strategi itu menjadi suatu action yang benar-benar bisa memberikan hasil baik pada klien kita.

AT Kearney sudah cukup lama eksis di bidang konsultasi. Bagaimana menyikapi kompetisi dengan pemain sejenis?
Bagi saya adalah bagaimana kita bisa memberikan hasil yang benar-benar kelihatan pada klien karena pada akhirnya itu membuat bisnis kita sustain. Memang klien pada akhirnya ingin melihat hasil, bukan studi, riset, jadi bagaimana kita bisa menerjemahkan strategi yang kita buat benar-benar membantu perusahaan ini mempunyai kinerja lebih baik.

Itu yang menurut saya penting karena untuk mendapatkan hasil nyata, banyak yang harus dilakukan. Misalkan memastikan bahwa ada komitmen dan visi sama dari leadership. Bagaimana kita bisa membangun kapabilitas organisasi, mengubah budaya perusahaan agar hasil yang kita inginkan bisa tercapai.

Terkait dengan kepemimpinan, apa prinsip-prinsip atau filosofi leadership yang Anda tanamkan di perusahaan?
Bagi saya pekerjaan itu sebenarnya untuk membuat perbedaan dalam kehidupan manusia. Itu juga yang saya tanamkan dengan teman-teman di kantor. Karena pada akhirnya bagaimana kita bisa membuat perubahan bagi orang-orang, apakah itu kepada klien kita, staf klien kita, kolega, itu prinsip leadership saya. Bagaimana kita bisa menginspirasi orang lain untuk lebih bermimpi, mendorong mereka untuk terus belajar, karena kesuksesan itu perlu dilatih.

Terakhir, bagaimana mendorong mereka untuk menjadi yang terbaik. Kita harus empower mereka untuk jadi yang terbaik. Bagi saya, kunci keberhasilan adalah bagaimana saya bisa membagi kesuksesan saya, bukan untuk meng-create followership, tetapi untuk meng-create other leaders. Itu adalah suatu kepuasan yang luar biasa.

Apa tantangan yang Anda rasakan selama berkarier?
Saya di AT Kearney sudah sekitar 18 tahun. Kalau saya melihat ini sebagai kesempatan. Sebagai konsultan, kita tentu harus terus belajar. Jadi, bagaimana kita bisa terus belajar untuk mengikuti apa yang terjadi di dunia dan bagaimana kita bisa menerapkan pembelajaran tersebut kepada klien kita. Karena dengan adanya perubahan yang lebih cepat, kita dituntut untuk terus belajar.

Kedua, sebenarnya yang penting adalah bagaimana kita bisa mengubah mindset, apalagi kita banyak terlibat di pro gram transformasi. Ketiga, dari sisi tantangan, bagaimana kita menggiring sumber daya manusia ini supaya mereka bisa happydan bekerja semaksimal mungkin sesuai potensinya di perusahaan ini. Jadi, kita juga harus memastikan untuk memberikan kesempatan yang baik pada staf kita.

Bagaimana cara Anda membangun komunikasi dengan karyawan?
Prinsip saya adalah keterbukaan, open leadership, dan servant leadership. Open leadership artinya semua orang bisa datang ke kantor saya, bicara dengan saya, meeting, kapan pun. Jadi, saya pastikan tidak ada hambatan dan dari staf kapan pun bisa bertemu, berdiskusi dengan saya.

Kedua, servant leadership, karena saya percaya sebagai pemimpin harus melayani orangorang saya. Kita banyak sekali diskusi bareng, memastikan hierarki itu tidak terasa karena semua orang bisa mempunyai kesempatan yang sama untuk berkontribusi.

Apa makna kesuksesan bagi Anda?
Bagi saya kesuksesan itu adalah kesempatan membuat perubahan dan memberikan dam pak pada kehidupan masyarakat. Jadi, saya senang sekali kalau melihat staf saya becoming promoted atau klien saya yang mungkin dulu junior bisa di promosikan. Jadi, bagaimana saya bisa membuat perubahan pada hidup orang lain. (Oktiani Endarwati)
(nfl)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak