alexametrics

Perdagangan Akhir Pekan, Rupiah Dibuka Naik Tipis Saat Yen Tertekan

loading...
Perdagangan Akhir Pekan, Rupiah Dibuka Naik Tipis Saat Yen Tertekan
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) pada awal perdagangan, Jumat (30/8/2019) dibuka merangkak naik untuk melanjutkan tren perbaikan saat Yen tertekan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Jumat (30/8/2019) dibuka merangkak naik untuk melanjutkan tren perbaikan sejak kemarin. Peningkatan tipis mata uang Garuda mengiringi Yen yang berbalik tertekan melawan dolar AS seiring mencuatnya harapan negosiasi perang dagang AS-China.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka membaik jadi Rp14.237/USD. Level tersebut memperlihatkan rupiah naik tipis usai anjlok kemarin Rp14.254/USD .

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga merayap ke level Rp14.222/USD dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp14.237/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.222 hingga Rp14.243/USD.



Data Yahoo Finance justru menunjukkan penyusutan rupiah pada sesi pagi perdagangan menjadi Rp14.236/USD dengan pergerakan harian Rp14.215 sampai dengan Rp14.244/USD. Peringkat tersebut menjadi sinyal kejatuhan rupiah dibandingkan sebelumnya Rp14.230/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi turut memperlihatkan raihan negatif dari sebelumnya. Rupiah ambruk pada level Rp14.265/USD atau tak berdaya dari sebelumnya Rp14.235/USD

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Dolar menguat terhadap Yen Jepang pada hari Jumat, karena komentar dari Beijing memicu harapan baru bahwa Beijing dan Washington bisa memulai negosiasi secara penuh untuk kembali ke jalurnya dalam upaya menyelesaikan perang perdagangan yang berlarut-larut.

Mata uang AS juga mendapatkan dukungan dari kebutuhan penyeimbangan ulang akhir bulan investor, yang telah membantu mengangkat indeks dolar ke level tertinggi dalam sebulan. Indeks dolar naik ke posisi terbaiknya pada level 98,554 dimana level tertinggi terakhir terlihat pada 1 Agustus dan berdiri di 98,439.

Terhadap yen, greenback diperdagangkan pada posisi 106,53 atau cenderung datar dari level akhir AS dan naik 1,1% pada minggu ini. Namun, risiko politik dari Inggris, Hong Kong hingga Timur Tengah menambah risiko bagi ekonomi global dan membuat banyak investor tetap cemas.

Meskipun rebound terbaru dolar terhadap yen, mata uang AS masih turun 2,1% dalam sebulan. Sedangkan Euro sedikit berubah pada posisi 1,1058 versus USD, setelah mencapai level terendah empat minggu dari 1,1042 di sesi sebelumnya. Tekanan dari ekonomi zona euro yang lesu dan kemungkinan pelonggaran moneter dari Bank Sentral Eropa (ECB) bulan depan.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak