alexametrics

Menhub Paparkan Rencana Konektivitas Bandara New Yogya

loading...
Menhub Paparkan Rencana Konektivitas Bandara New Yogya
Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah memiliki beberapa rencana untuk mendukung konektivitas Bandara Internasional Yogyakarta, khususnya mendukung pariwisata. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah memiliki beberapa rencana untuk mendukung konektivitas Bandara Internasional Yogyakarta, khususnya dalam rangka mendukung pariwisata. Menhub turut mendampingi Presiden Jokowi saat kunjungan ke Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo.

"Pertama rencana memperlebar jalan dan menjadikannya jalan provinsi dari dan menuju ke Borobudur dan sekitarnya. Kedua, O-Bahn, yaitu bus 2 rangkaian yang sangat fleksibel yang bisa crossing jalan jika melewati daerah macet dan elevated. Selanjutnya, bus otonom yang guided, bahkan bisa dijalankan tanpa pengemudi," jelas Menhub Budi Karya, Jumat (30/8/2019).

Lebih lanjut, Menhub Budi mengatakan presiden menginginkan pembangunan YIA rampung sesuai rencana pada Desember 2019 dan bisa diresmikan pada bulan puasa tahun depan.



"Kereta api saat ini memang belum bisa terhubung dengan YIA, namun kami ingin memastikan headway-nya bisa lebih pendek. Kemudian kami minta bus yang melayani lebih banyak, sehingga bisa menampung penumpang sebanyak 66 penerbangan take off-landing," paparnya.

Dirinya mengatakan, semua konektivitas pendukung Bandara YIA akan maksimal pada tahun 2020 ketika kereta api dari Stasiun Tugu bisa sampai YIA dengan waktu tempuh hanya 30 menit. "Diharapkan bandara lain dapat meniru konektivitas di YIA," pungkasnya.

Selain mendampingi Presiden, Menhub Budi juga akan melakukan pengecekan Terminal Tipe A Tidar di Magelang yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta, Tidar Utara, Magelang Selatan, Kota Magelang.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak