China Merasa Bersalah Atas Kerusakan Pipa Gas Laut Baltik, Ada Apa?

Jum'at, 16 Agustus 2024 - 09:00 WIB
loading...
A A A
Pipa gas penghubung Baltik memainkan peran penting dalam rantai pasokan energi antara Finlandia dan Estonia. Melansir BGTN, kerusakan tersebut tidak hanya mengganggu aliran energi tetapi juga meningkatkan kekhawatiran tentang keamanan infrastruktur bawah laut terutama di wilayah yang sudah waspada karena insiden sebelumnya yang melibatkan Pipa Nord Stream.

Baca Juga: Krisis Properti China Belum Usai, 48 Juta Rumah Mangkrak Belum Dibangun

Insiden ini telah memperburuk ketegangan dan kecurigaan yang sudah ada di antara negara-negara Baltik terkait aktivitas China di wilayah tersebut. Mengingat hubungan dekat China dengan Rusia, situasi ini telah meningkatkan pengawasan terhadap niat dan pengaruh Beijing di Laut Baltik sebuah wilayah yang memiliki sensitivitas geopolitik yang signifikan.

Pengakuan tanggung jawab China menggarisbawahi tantangan kompleks yang terkait dengan operasi maritim internasional, terutama di wilayah yang bergejolak secara politik.

Investigasi dan negosiasi diplomatik yang sedang berlangsung kemungkinan besar akan membentuk kebijakan masa depan tentang keselamatan maritim dan kerja sama internasional di wilayah tersebut.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Rekomendasi
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Berita Terkini
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
Infografis
Latihan Tempur, China...
Latihan Tempur, China Kerahkan 2 Kapal Induk di Laut China Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved