Melepas Kepergian Kapal Penampung Minyak Mentah Tertua di Indonesia
Sabtu, 17 Agustus 2024 - 22:28 WIB
loading...
A
A
A
FSO Arco Ardjuna, fasilitas penampung minyak terapung tertua di dunia yang mendukung operasi hulu migas lepas pantai Blok ONWJ, pertama kali dioperasikan oleh Arco pada 1972. Setelah berbagai alih kelola, pengelolaan aset ini berpindah ke PHE ONWJ pada 2009.
Baca Juga: Kapal Tanker Filipina Tenggelam, 1,4 Juta Liter BBM Tumpah di Laut
FSO Arco Ardjuna mencatat prestasi gemilang, tidak pernah mengalami lost time incident (LTI) sejak 2011, menjadikannya salah satu tempat kerja paling aman bagi para pekerja.
Aktivitas lifting terakhir dari FSO Arco Ardjuna dilakukan pada 14 Agustus 2024, dengan 200 ribu barel minyak mentah dialihkan ke kapal tanker MT. Success Dalia XLVIII untuk dikirim ke kilang Plaju di Palembang.
Sepanjang pengabdiannya, FSO Arco Ardjuna telah menampung dan menyalurkan sekitar 1,28 miliar barel minyak, menjadi bagian penting dari ketahanan energi Indonesia. Dengan bobot 153.202 ton, panjang 142,6 meter, dan lebar 48,2 meter, FSO Arco Ardjuna memiliki kapasitas penyimpanan hingga satu juta barel minyak.
Baca Juga: Kapal Tanker Filipina Tenggelam, 1,4 Juta Liter BBM Tumpah di Laut
FSO Arco Ardjuna mencatat prestasi gemilang, tidak pernah mengalami lost time incident (LTI) sejak 2011, menjadikannya salah satu tempat kerja paling aman bagi para pekerja.
Aktivitas lifting terakhir dari FSO Arco Ardjuna dilakukan pada 14 Agustus 2024, dengan 200 ribu barel minyak mentah dialihkan ke kapal tanker MT. Success Dalia XLVIII untuk dikirim ke kilang Plaju di Palembang.
Sepanjang pengabdiannya, FSO Arco Ardjuna telah menampung dan menyalurkan sekitar 1,28 miliar barel minyak, menjadi bagian penting dari ketahanan energi Indonesia. Dengan bobot 153.202 ton, panjang 142,6 meter, dan lebar 48,2 meter, FSO Arco Ardjuna memiliki kapasitas penyimpanan hingga satu juta barel minyak.
(nng)
Lihat Juga :