Melawan Hegemoni Ekonomi AS, Negara Asia Berbondong-bondong Berminat Gabung BRICS

Kamis, 22 Agustus 2024 - 12:32 WIB
loading...
A A A
Kini kehadiran Malaysia dan Thailand diyakini akan berdamak besar bagi BRICS. Keduanya memiliki ekonomi yang dua kali ukuran Ethiopia, dan kira-kira ukurannya sama dengan Iran dan Mesir. PDB per kapita Malaysia hanya sedikit lebih rendah dari China.

Sebelum ekspansi tahun lalu, lima negara dalam BRICS sudah menyumbang sekitar 40% dari populasi dunia dan sekitar seperempat dari PDB global, menurut data Bank Dunia. Dan dengan masuknya UEA dan Arab Saudi, BRICS sekarang mencakup hampir setengah dari pasokan minyak dunia.

Bisakah BRICS bekerja?


Pada bulan Mei, seorang juru bicara pemerintah Thailand menyarankan, bergabung dengan BRICS akan membantu menciptakan "tatanan dunia baru." Namun BRICS masih memiliki sedikit pencapaian. Misalnya, blok tersebut tidak memiliki perjanjian perdagangan atau investasi formal.

China dan India yang sejauh ini menjadi dua ekonomi terbesar dalam BRICS, diketahui tidak bersahabat, terutama sejak bentrokan perbatasan yang mematikan pada tahun 2020. India juga merupakan anggota Quad, sebuah kelompok yang juga mencakup Jepang, AS, dan Australia. Para pejabat AS menunjuk India sebagai penyeimbang terhadap kebangkitan politik dan ekonomi China.

Cheah juga mengingatkan, Malaysia dan Thailand perlu hati-hati dalam menyeimbangkan keterlibatan mereka dengan BRICS yang di dalamnya ada rival AS seperti Rusia dan Iran (serta China).

Sedangkan Rahman mengungkpkan, tidak jelas apakah negara-negara di bawah sanksi AS, seperti Rusia, dapat menjadi mitra dagang yang dapat diandalkan dan penting.

BRICS sudah mengetahui betapa rumitnya menyeimbangkan hubungan antara AS dan China. Contohnya UEA yang memiliki kemitraan erat dalam bidang militer dengan AS, melihat startup AI G42 mendapat tekanan dari Washington untuk memutuskan hubungan teknologinya dengan perusahaan China. Startup tersebut akhirnya menyerah pada tekanan dan berpisah dengan Huawei.

Tetapi negara-negara seperti Malaysia dan Thailand mungkin berpikir soal keuntungan ekonomi dari bergabung dengan BRICS sepadan dengan risikonya. Terutama karena organisasi tersebut, seperti yang dicatat Elms, tidak memiliki persyaratan ketat untuk bergabung.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Iran Desak BRICS Hancurkan...
Iran Desak BRICS Hancurkan Kekebalan AS, Sinyal Pergeseran Blok Ekonomi ke Aliansi Militer?
Viral, Menlu Rusia Marahi...
Viral, Menlu Rusia Marahi Jurnalis Berisik: 'Serahkan Ponsel Anda atau Petugas Keluarkan Senjata!'
Menlu Sugiono: BRICS...
Menlu Sugiono: BRICS Harus Berperan Aktif Menjaga Perdamaian dan Stabilitas Global
Utut Adianto Sebut Diplomasi...
Utut Adianto Sebut Diplomasi Prabowo Cerminkan Strategi Mendayung di Antara Dua Karang
Rekomendasi
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Jelang Kontra Inggris,...
Jelang Kontra Inggris, Harry Kane Masuk Daftar Sihir Dukun Ghana
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved