alexametrics

Fed Pangkas Suku Bunga, Sri Mulyani: Kita Tidak Akan Selalu Bereaksi

loading...
Fed Pangkas Suku Bunga, Sri Mulyani: Kita Tidak Akan Selalu Bereaksi
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, Indonesia tidak akan selalu merespons setiap kebijakan yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat alias Federal Reserve. Foto/Rina Anggraeni
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, Indonesia tidak akan selalu merespons setiap kebijakan yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat alias Federal Reserve. Hal ini menanggapi keputusan Federal Reserve (The Fed) yang memutuskan memangkas suku bunga acuan 25 basis poin (25 bps) atau seperempat poin persentase ke kisaran 1,75% hingga 2%

"Kita akan terus lihat di tahun depan, kita tidak terus menerus bereaksi terhadap keputusan tiap state. Kita tetap steady melihat mereka mau kemana, dan melihat apa yang harus kita lakukan agar memperkuat perekonomian," ujar Sri Mulyani di Tangerang, Kamis (19/9/2019).

Menurutnya, Bank sentral Amerika Serikat yang memutuskan memangkas suku bunga acuan 25 basis poin itu dikarenakan melihat dinamika ekonomi global yang tidak menentu. "Kita semua paham dinamika ekonomi global akan ciptakan response policy, seperti yang dikatakan the Fed maupun kebijakan bank sentral di Eropa, Jepang dan RRT dalam rangka antisipasi pelemahan ekonomi," jelasnya.



Dia menambahkan, dengan pemangkasan suku bunga ini akan berdampak perubahan kebijakan fiksal di beberapa negara. "Di sisi lain mereka harus memahami langkah antisipasi terhadap perubahan kebijakan fiskal yang dilakukan di masing masing negara," papar Menkeu.

Sementara itu Bank Indonesia (BI) diperkirakan bakal menurunkan suku bunga BI7-day repo rate sebesar 25 basis points (bps) menjadi 5,25% dalam pertemuan lanjutan yang bakal digelar hari ini. Hal ini melihat sektor riil yang membutuhkan dorongan serta mengangkat pertumbuhan kredit.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak