Mobil Listrik China Kembali Dihantam Tarif Bea Impor 100%, Bagaimana Nasib Tesla?
Selasa, 27 Agustus 2024 - 14:27 WIB
loading...
A
A
A
"Daya saingnya diperoleh dengan memanfaatkan keunggulan komparatifnya dan mengikuti prinsip-prinsip pasar, daripada mengandalkan subsidi pemerintah," bebernya.
China diketahui merupakan mitra dagang terbesar kedua Kanada, di belakang AS.
Seperti diketahui pada bulan Mei, AS berencana melipatgandakan tarif impor EV China menjadi 100%. Hal itu kemudian diikuti oleh Uni Eropa, yang mengumumkan rencana untuk mengenakan bea masuk pada mobil listrik buatan China hingga 36,3%.
Tarif Kanada pada EV China akan mencakup, semua mobil yang dibuat oleh Tesla di pabriknya di Shanghai. "Tesla hampir pasti akan melobi pemerintah Kanada untuk mendapatkan kelonggaran pada tarif ini, seperti yang sudah mereka lakukan dengan Eropa," kata Mark Rainford, seorang komentator industri mobil yang berbasis di China.
"Jika mereka gagal mengurangi tarif yang cukup, mereka kemungkinan akan mempertimbangkan untuk mengalihkan impor Kanada mereka ke pabrik AS atau Eropa karena Kanada adalah pasar terbesar ke-6 mereka tahun ini dan dengan demikian tidak signifikan," terangnya.
Tesla belum memberikan komentar terkait situasi terbaru ini, seperti dilansir dari BBC News.
China diketahui merupakan mitra dagang terbesar kedua Kanada, di belakang AS.
Seperti diketahui pada bulan Mei, AS berencana melipatgandakan tarif impor EV China menjadi 100%. Hal itu kemudian diikuti oleh Uni Eropa, yang mengumumkan rencana untuk mengenakan bea masuk pada mobil listrik buatan China hingga 36,3%.
Tarif Kanada pada EV China akan mencakup, semua mobil yang dibuat oleh Tesla di pabriknya di Shanghai. "Tesla hampir pasti akan melobi pemerintah Kanada untuk mendapatkan kelonggaran pada tarif ini, seperti yang sudah mereka lakukan dengan Eropa," kata Mark Rainford, seorang komentator industri mobil yang berbasis di China.
"Jika mereka gagal mengurangi tarif yang cukup, mereka kemungkinan akan mempertimbangkan untuk mengalihkan impor Kanada mereka ke pabrik AS atau Eropa karena Kanada adalah pasar terbesar ke-6 mereka tahun ini dan dengan demikian tidak signifikan," terangnya.
Tesla belum memberikan komentar terkait situasi terbaru ini, seperti dilansir dari BBC News.
Lihat Juga :