Kontrak Transit Gas Rusia lewat Ukraina Berakhir 2024, Konsumen UE Bakal Terpukul

Kamis, 29 Agustus 2024 - 17:49 WIB
loading...
Kontrak Transit Gas...
Penghentian transit gas Rusia melalui Ukraina akan sangat memukul konsumen di Uni Eropa (UE). Sebelumnya Kiev tidak akan memperpanjang perjanjian transit gasnya dengan Moskow, yang berakhir pada 2024. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Penghentian transit gas Rusia melalui Ukraina akan sangat memukul konsumen di Uni Eropa (UE) , menurut juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. Sedangkan Presiden Ukraina, Vladimir Zelensky sebelumnya mengatakan, bahwa Kiev tidak akan memperpanjang perjanjian transit gasnya dengan Moskow, yang berakhir pada 2024.

"Keputusan Ukraina dapat mengakibatkan lonjakan harga bagi konsumen Eropa yang ingin membeli gas yang lebih terjangkau," kata Peskov.

Baca Juga: 5 Negara Ini Kedinginan Tanpa Pasokan Gas Rusia, Salah Satunya Tolak Sanksi UE

"Mereka (Eropa) harus membayar lebih banyak untuk gas dari pemasok lain, termasuk untuk gas alam cair (LNG) AS, yang akan membuat industri (Eropa) kurang kompetitif," kata Peskov.

Juru bicara Kremlin, bagaimanapun, mencatat bahwa ada juga rute alternatif untuk pasokan gas Rusia agar bisa sampai ke blok tersebut, termasuk melalui hub Turki yang direncanakan. "Pekerjaan sedang berlangsung untuk masalah ini," beber Peskov.

Baca Juga: Megaproyek Pipa Gas Raksasa Rusia-China Terhalang Mongolia, Bagaimana Kelanjutannya?

Ditengahi oleh Uni Eropa, kesepakatan lima tahun antara Kiev dan Moskow, yang ditandatangani pada 2019, memberikan jalan bagi raksasa energi Rusia Gazprom untuk transit 65 miliar meter kubik (bcm) gas melalui Ukraina pada tahun 2020, dan 40 bcm per tahun antara 2021 dan 2024.

"Perjanjian dengan Rusia tidak akan diperpanjang, itu saja," kata Zelensky pada konferensi pers pada hari Selasa.

Ia juga menambahkan, bahwa setelah kontrak berakhir, Ukraina akan memutuskan bersama dengan Uni Eropa tentang transit gas Rusia melalui wilayahnya. Menteri Energi Ukraina, German Galushchenko mengkonfirmasi, sebelumnya bahwa Kiev tidak memiliki rencana untuk memperpanjang kesepakatan tersebut.

Gazprom, yang pernah menjadi pemasok gas utama Uni Eropa, secara dramatis mengurangi ekspornya ke blok tersebut pada tahun 2022, menyusul sabotase pipa Nord Stream.

Sanksi terkait Ukraina yang diperkenalkan oleh Brussels terhadap Rusia sejauh ini tidak menargetkan pasokan gas pipa, tetapi banyak anggota mereka di antaranya, termasuk Polandia, Bulgaria, Finlandia, Belanda, dan Denmark telah menghentikan impor mereka secara sukarela. Namun, beberapa negara Uni Eropa, termasuk Austria, Slovakia, Republik Ceko, dan Italia masih mengimpor gas Rusia lewat Pipa.

Ada kekhawatiran bahwa aliran gas dapat berhenti sebelum waktunya setelah serangan militer Kiev ke Wilayah Kursk Rusia, di mana titik transit gas ke Ukraina, Sudzha, berada. Tahun lalu, Gazprom memasok sekitar 15 bcm gas ke Uni Eropa (UE) melalui rute tersebut, yang berjumlah 4,5% dari total konsumsi blok tersebut.

Gazprom melaporkan sebelumnya bahwa transit gas melalui Sudzha terus berlanjut sejalan dengan volume yang dikontrak. Sementara itu dilansir Bloomberg mengutip sumber terkait, bahwa pejabat Eropa sedang dalam pembicaraan dengan Ukraina untuk menjaga agar gas Rusia tetap mengalir tahun depan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Ekonomi Rusia Menyusut...
Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Rekomendasi
Pelajar Tewas Tersangkut...
Pelajar Tewas Tersangkut Kabel, DPRD Desak Pemprov DKI Jakarta Tata Ulang Pengelolaan Utilitas
Sidang Putusan Perkara...
Sidang Putusan Perkara Chromebook Digelar 30 Juni, Nadiem: Saya Harap Keputusannya Bebas
2 Peserta Latsarmil...
2 Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Kemhan: Bakal Dievaluasi Menyeluruh
Berita Terkini
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
Infografis
Jet Tempur Su-27 Ukraina...
Jet Tempur Su-27 Ukraina Jatuh saat Duel Lawan Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved