Indonesia Deflasi 4 Bulan Beruntun, Ini Kata Bos OJK

Jum'at, 06 September 2024 - 22:01 WIB
loading...
Indonesia Deflasi 4...
Meski deflasi tapi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III masih terjaga di 5 persen.Foto/ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menjawab terkait fenomena deflasi yang melanda ekonomi Indonesia. Mahendra menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III masih terjaga di 5 persen yang menandakan suatu pencapaian.

Menurut Mahendra, deflasi terjadi di tengah kondisi ketidakpastian global beberapa hal. OJK melihat ada ketegangan yang semakin menyulitkan, dan bukan ketidakpastian yang berkepanjangan.

Baca Juga : Deflasi 4 Bulan Beruntun, Berpotensi Timbulkan Lingkaran Setan Perlambatan ekonomi

Dalam konteks itu sebenarnya tingkat pertumbuhan tadi tentu merupakan berita baik bagi Indonesia, karena ternyata bisa tetap terjaga. Lalu terkait dengan inflasi, Ia menilai perlu dilihat secara lebih mendalam juga bahwa di satu sisi sekalipun ada deflasi, namun inflasi inti tercatat tetap naik 1,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Itu menunjukkan bahwa permintaan tetap memperlihatkan peningkatan," kata Mahendra dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan & Kebijakan OJK Hasil RDK Bulanan Agustus 2024 secara virtual, Jumat (6/9/2024).

Lanjut Mahendra, khusus untuk sektor jasa keuangan, faktor pendorong pertama adalah kredit perbankan secara menyeluruh tumbuh 12,4 persen, sedangkan piutang pembiayaan dari perusahaan pembiayaan tumbuh 10,53 persen.

"Ini semua pada bulan Juli dibandingkan periode sama tahun lalu dan outstanding pembiayaan di bulan Juli mengalami pertumbuhan 23,97 persen, yang meningkat dibandingkan bulan Juni yang 26,73 persen. Tentu lagi-lagi hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan dan kinerja di sektor jasa keuangan tetap terjaga baik," jelasnya.

Mahendra menegaskan, pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh dan juga pertumbuhan di bidang-bidang di sektor jasa keuangan itu dapat untuk kemudian kita simpulkan bahwa terjadinya deflasi dan penurunan jumlah kelas menengah dilihat dari angka-angka yang ada dalam sektor jasa keuangan dan nampaknya belum memperlihatkan atau tidak memperlihatkan dampak yang signifikan.

"Tentu kita berharap hal itu tidak akan terjadi, dampak yang signifikan tadi dan malah kita berharap kinerja dan pertumbuhan di sektor jasa keuangan maupun tentu di perekonomian secara umum dapat tetap terjaga baik," ujar Mahendra.

Baca Juga : Bulan Agustus Langganan Deflasi dalam 5 Tahun Terakhir, Apa Sebabnya?

Di sisi lain, menurut Mahendra tentu pemerintah dan juga dalam hal ini di OJK terus melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi kemungkinan dampak-dampak yang kurang baik dari apa yang tadi disampaikan. terus mengupayakan terjaganya daya beli masyarakat.

"Selain itu tentu tadi saya sampaikan juga di dalam penjelasan awal bahwa untuk mengantisipasi kemungkinan atau potensi negatif dari hal-hal tadi itu pemerintah bekerjasama dengan kami maupun juga dalam forum KSSK berupaya untuk stabilitas sektor keuangan tetap dijaga. Saya rasa itu jawaban terhadap pertanyaan terkait deflasi dan perubahan dalam jumlah kelas menengah yang belakangan ini juga disorot secara meluas oleh media," pungkas Mahendra
(fch)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Rupiah Ambruk Sempat...
Rupiah Ambruk Sempat Sentuh Rp17.000 per Dolar AS, Begini Kondisi Terbarunya
Friderica Widyasari...
Friderica Widyasari Dewi Ditunjuk Jadi PJ Ketua OJK
Profil Pendidikan Ketua...
Profil Pendidikan Ketua DK OJK Mahendra Siregar yang Mundur usai IHSG Jeblok
BPS Catat Deflasi Nasional...
BPS Catat Deflasi Nasional pada Mei 2025
Rekomendasi
Amerika Serikat vs Paraguay:...
Amerika Serikat vs Paraguay: Awal Krusial di Grup D Piala Dunia 2026
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Berita Terkini
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved