Relaksasi PPN Gairahkan Pasar Properti di 2024

Selasa, 10 September 2024 - 15:31 WIB
loading...
Relaksasi PPN Gairahkan...
Kebijakan PPN diyakini dapat memberikan dampak positif bagi industri properti, melihat tren historis ketika kebijakan PPN-DTP diterapkan pada periode tahun 2021-2022 lalu. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pemerintah baru saja membebaskan tarif Pajak Pertambahan Nilai ( PPN ) untuk sektor properti hingga 100% sampai akhir 2024. Sebelumnya, relaksasi tersebut berlaku sampai Juni 2024 dan insentif diberikan hanya 50% dari tarif pajak sampai akhir 2024.

Senior Vice President Marketing Rumah123, Bharat Buxani mengemukakan, kebijakan PPN dapat memberikan dampak positif bagi industri properti. Menurutnya dari tren historis ketika kebijakan PPN-DTP diterapkan pada periode tahun 2021-2022 lalu, 99 Group mencatatkan pertumbuhan permintaan (enquiries) yang signifikan terhadap proyek hunian primer.

Pada periode itu juga pemerintah pernah melakukan pelonggaran rasio Loan to Value (LTV) 0% untuk memudahkan pembiayaan KPR. Baca Juga: Sambut Stimulus Bebas PPN Properti, BTN Bidik Kredit Tumbuh Double Digit

"Memasuki November 2023, ketika kebijakan PPN-DTP kembali ditetapkan, permintaan rumah primer tumbuh 10,6% secara tahunan. Dan per bulan Juli 2024, tren permintaan secara year-on-year tercatat meningkat sebesar 25,9%. Rumah123 melihat penerapan insentif PPN-DTP ini berpengaruh signifikan terhadap tren permintaan rumah primer yang tercatat di platform kami," jelas Bharat.

Bharat menambahkan, Rumah123 mendukung segala bentuk insentif baru yang bisa dimanfaatkan atau dirasakan langsung oleh masyarakat selaku end-user dalam membeli properti baru dan bisa merangsang gairah industri properti, seperti perpanjangan insentif PPN-DTP terbaru ini.

Baca Juga: Konsumen Diajak Manfaatkan PPN DTP Dorong Geliat Industri Properti

Menurutnya kebijakan pemerintah untuk menstimulasi sektor properti khususnya residensial, terbilang efektif dalam meningkatkan minat masyarakat terutama generasi muda. Hal itu terlihat dari histori peningkatan permintaan rumah baru ketika insentif PPN-DTP diberlakukan.

Selain insentif PPN-DTP dan LTV 100%, tentunya insentif baru perlu mempertimbangkan kebutuhan masyarakat saat ini, terutama terkait daya beli properti. Misalnya, suku bunga yang terus meningkat dibandingkan tahun 2020-2022 bisa berdampak pada peningkatan biaya cicilan setiap bulannya bagi pembeli yang menggunakan cara bayar KPR.

"Insentif dan kebijakan baru terkait pembiayaan yang semakin membantu atau meringankan masyarakat yang ingin membeli rumah tentunya akan sangat berdampak baik untuk masyarakat maupun industri properti secara keseluruhan," jelasnya.

Faktor Pembelian Properti

Dalam riset Rumah123 terdapat pertumbuhan permintaan rumah yang dijual lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan permintaan sewa sepanjang semester I 2024, sehingga terdapat pergeseran tren dibandingkan dengan tahun 2022-2023.

Hal ini mengindikasikan terjadi pergeseran dari masyarakat yang tadinya menyewa rumah mulai mempertimbangkan untuk melakukan pembelian rumah, dikarenakan beberapa alasan, misalnya, kebutuhan tempat tinggal yang permanen dan dapat dimiliki, daya beli yang semakin meningkat, kebutuhan personal (seperti, sudah memiliki anak sehingga tak dapat lagi berpindah-pindah rumah), menemukan rumah yang ideal dan sesuai dengan kebutuhan, dan lainnya.

Bharat menilai faktor yang menjadi pertimbangan utama dalam pembelian properti adalah pembiayaan, mengingat cara bayar KPR merupakan cara bayar yang mendominasi di kalangan masyarakat Indonesia. Kemudian biaya-biaya lain yang harus dikeluarkan calon pembeli menggunakan cara bayar KPR sering kali menjadi tantangan tersendiri, dan menjadi salah satu faktor penentu dalam keputusan untuk membeli rumah.

Di sisi lain, bagi pembeli yang membutuhkan rumah siap huni dan berencana membeli rumah seken cenderung berbeda, dikarenakan biaya awal yang harus dikeluarkan untuk membeli rumah seken lebih tinggi, misalnya DP minimal yang harus disiapkan 10% dan biaya akad KPR yang dapat mencapai 3-5% dari harga rumah.

Untuk mengatasi tantangan seperti ini, Rumah123 terus berupaya memastikan keterjangkauan bagi masyarakat dalam membeli properti, baik baru maupun seken.

Pertama, Rumah123 memiliki lebih 2 juta listing properti di berbagai daerah dengan berbagai harga, didukung berbagai fitur pencarian inovatif yang memungkinkan pengguna menemukan properti sesuai dengan kriteria dan budget mereka.

Kedua, Rumah123 bekerja sama dengan ratusan developer terpercaya dalam menghadirkan pilihan properti berkualitas terbaik dengan harga yang kompetitif.

Ketiga, Rumah123 terus memperluas kerja sama dengan berbagai bank dan lembaga finansial lainnya untuk menawarkan solusi KPR ataupun skema pembiayaan lain yang lebih fleksibel dan terjangkau.

Keempat, Rumah123 juga bekerja sama dengan sejumlah bank dengan menyediakan pilihan properti aset bank berkualitas yang bisa dimanfaatkan masyarakat dalam membeli hunian dengan harga yang lebih terjangkau.

"Langkah-langkah seperti inilah yang kami terus lakukan, sehingga semakin banyak masyarakat dapat mewujudkan impian mereka memiliki rumah," pungkas Bharat.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Garap Proyek Properti...
Garap Proyek Properti Baru, Kinnara Capital Gandeng TSG Construction Indonesia
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
One Global Capital Gelar...
One Global Capital Gelar Roadshow, Hadir di Kota Utama Indonesia dan Asia
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Buka Cabang Semarang,...
Buka Cabang Semarang, Linktown Bidik Penjualan Rp500 Miliar per Tahun di Jateng
Legislator PDIP Minta...
Legislator PDIP Minta Pemerintah Tinjau Lagi Rencana Pajak Sembako
DJP Rencanakan PPN Jalan...
DJP Rencanakan PPN Jalan Tol Berlaku 2028
Restitusi PPN Tambang...
Restitusi PPN Tambang Puluhan Triliun: Urgensi Perppu Selamatkan Penerimaan Negara
Rekomendasi
Dianggap Mampu, 76 Sekolah...
Dianggap Mampu, 76 Sekolah di Pulau Jawa Dicoret dari Daftar Penerima MBG
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Berita Terkini
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved