Beban Bunga Utang Tembus Rp18.468 Triliun, Musk: AS Makin Cepat Menuju Kebangkrutan
Selasa, 10 September 2024 - 21:30 WIB
loading...
A
A
A
Orang terkaya di dunia itu juga menekankan bahwa setiap triliun dolar utang yang ditambahkan adalah uang yang "anak-anak dan cucu-cucu kita harus membayar entah bagaimana."
Menurut Musk, AS sudah menghabiskan lebih dari satu triliun dolar per tahun untuk membayar utang nasionalnya.
Awal pekan ini, miliarder teknologi itu membagikan postingan di platform X (sebelumnya Twitter) oleh akun yang fokus pada keuangan dan ekonomi, yang menyatakan bahwa AS harus membayar bunga utang lebih dari USD1,2 triliun atau setara Rp18.468 triliun (Kurs Rp15.390 per USD) dalam 12 bulan mendatang, yang dilaporkan setara dengan sekitar 25% dari pendapatan pemerintah.
Sebelumnya mengawali bulan ini, Musk juga memperingatkan bahwa tingkat pengeluaran pemerintah saat ini menempatkan AS di jalur tercepat menuju kebangkrutan. Ia juga menekankan, bahwa pengeluaran pemerintah yang berlebihan bakal memicu inflasi.
Pada bulan Agustus, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa inflasi tahunan mengalami penurunan di bawah 3% pada bulan sebelumnya untuk pertama kalinya sejak 2021. Harga barang dan jasa naik 2,9%, sementara inflasi inti, yang tidak termasuk industri makanan dan energi, naik 3,2% selama 12 bulan sebelumnya.
Menurut Musk, AS sudah menghabiskan lebih dari satu triliun dolar per tahun untuk membayar utang nasionalnya.
Awal pekan ini, miliarder teknologi itu membagikan postingan di platform X (sebelumnya Twitter) oleh akun yang fokus pada keuangan dan ekonomi, yang menyatakan bahwa AS harus membayar bunga utang lebih dari USD1,2 triliun atau setara Rp18.468 triliun (Kurs Rp15.390 per USD) dalam 12 bulan mendatang, yang dilaporkan setara dengan sekitar 25% dari pendapatan pemerintah.
Sebelumnya mengawali bulan ini, Musk juga memperingatkan bahwa tingkat pengeluaran pemerintah saat ini menempatkan AS di jalur tercepat menuju kebangkrutan. Ia juga menekankan, bahwa pengeluaran pemerintah yang berlebihan bakal memicu inflasi.
Pada bulan Agustus, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa inflasi tahunan mengalami penurunan di bawah 3% pada bulan sebelumnya untuk pertama kalinya sejak 2021. Harga barang dan jasa naik 2,9%, sementara inflasi inti, yang tidak termasuk industri makanan dan energi, naik 3,2% selama 12 bulan sebelumnya.
(akr)
Lihat Juga :