alexametrics

IHSG Diprediksi Melemah, Enam Saham Ini Bisa Jadi Pilihan

loading...
IHSG Diprediksi Melemah, Enam Saham Ini Bisa Jadi Pilihan
IHSG pada perdagangan awal pekan ini diprediksi melanjutkan pelemahan, adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor antara lain. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini diprediksi melanjutkan pelemahan, setelah akhir pekan kemarin ditutup melemah signifikan1,38% di level 6252.35. Analis dari Reliance Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, MACD telah membentuk pola golden cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI telah membentuk pola dead cross di area overbought.

"Di sisi lain, terlihat pola bearish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajarpada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support," ujar Nafan Aji di Jakarta, Senin (28/10/2019).

Berdasarkan data perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan bursa dalam satu pekan terakhir sebelumnya menunjukkan tren positif. Dimana IHSG mengalami peningkatan sebesar 0,98% menjadi 6,252.345 dari 6,191.947 pada penutupan pekan lalu.



Senada dengan IHSG, nilai kapitalisasi pasar juga mengalami peningkatan sebesar 1.00% menjadi sebesar Rp7.190,749 triliun dari Rp7.119,477 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor pada awal perdagangan Senin hari ini, antara lain sebagai berikut:

1. AKRA (PT AKR Corporindo Tbk)

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 3900 – 3920, dengan target harga secara bertahap di level 4000, 4320, 4640 dan 4960. Support: 3830 & 3680.

2. BBTN (PT Bank Tabungan Negara Tbk)

Terlihat pola bearish counterattack candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi terjadinya aksi profit taking. “Partial Sell” pada area 2010 – 2030, dengan a target harga di level 1945. Resistance: 2070.

3. HMSP (PT HM Sampoerna Tbk )

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan masih terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area 2070 – 2170, dengan target harga di level 2220, 2440 dan 2570. Support: 2050.

4. LPKR (PT Lippo Karawaci Tbk)

Pergerakan harga telah menguji beberapa garis MA 10 dan 20 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada level 226 – 232, dengan target harga secara bertahap di 242, 258, 292 dan 328. Support: 222 & 214.

5. PWON (PT Pakuwon Jati Tbk)

Pergerakan harga telah menguji beberapa garis MA 10 dan 20 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area 600 – 620, dengan target harga secara bertahap di level 640 dan 680. Support: 600 & 580.

6. WTON ( PT Wijaya Karya Beton Tbk)

Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10, 20 dan 60 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 466 - 470, dengan target harga secara bertahap di level 510, 570, 645, 820 dan 990. Support: 430.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak