Arab Saudi Mau Terima Yuan untuk Pembelian Minyak, Bye Petrodolar?

Kamis, 12 September 2024 - 07:28 WIB
loading...
Arab Saudi Mau Terima...
Presiden China Xi Jinping bersama Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed Bin Salman (MBS). FOTO/BRICS news
A A A
JAKARTA - Ketika BRICS melanjutkan upaya dedolarisasi, Arab Saudi sedang mempertimbangkan yuan China untuk pembayaran minyak meninggalkan petrodolar. Negara ini terbuka untuk mencoba gagasan baru sehubungan dengan kerja sama dengan China. Riyadh telah menerima undangan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2024 di Kazan, Rusia pada Oktober mendatang dan meningkatkan hubungan dengan China.

Selama dua tahun terakhir, BRICS telah meningkatkan posisi global. Salah satu bagian penting dari hal tersebut, ialah upaya untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Secara khusus, blok ini telah berusaha untuk meningkatkan penggunaan mata uang asli mereka menggeser standar ekonomi global dari Barat.

Baca Juga: 159 Negara Siap Ceraikan Dolar AS, Gabung Sistem Pembayaran BRICS

Saat ini, diskusi sedang berlangsung untuk meningkatkan upaya-upaya tersebut. BRICS akan segera melihat Arab Saudi merangkul petroyuan untuk penyelesaian minyak meninggalkan petrodolar. Sebuah laporan baru yang diterbitkan pada Rabu mencatat keterbukaan pejabat Arab Saudi terhadap gagasan tersebut.

Menteri Perindustrian Arab Saudi Bandar Al-Khourayef menegaskan bahwa mereka terbuka terhadap ide-ide baru termasuk peningkatan penggunaan mata uang Yuan. Diskusi ini terjadi ketika negara ini ingin merangkul teknologi China, seperti kendaraan listrik. Kedua belah pihak telah merangkul kerja sama yang berkelanjutan meskipun ada ketegangan antara China dan Barat.

"Kami percaya Arab Saudi akan melakukan apa yang menjadi kepentingan terbaik," kata Khorayef dalam sebuah wawancara baru-baru ini, dilansir dari WatcherGuru, Kamis (12/9/2024).

"Namun, saya pikir Arab Saudi akan selalu mencoba hal-hal baru dan terbuka terhadap ide-ide baru dan kami mencoba untuk tidak mencampuradukkan politik dengan perdagangan."

Baca Juga: Rusia Gelar Latihan Angkatan Laut Terbesar dalam Sejarah Modern Mereka

Keputusan untuk meninggalkan petrodolar akan memiliki implikasi yang sangat besar. Negara kaya minyak ini akan memiliki efek yang tidak diragukan lagi pada adopsi yuan secara internasional. Selain itu, hal ini akan melanjutkan penurunan keunggulan greenback di panggung global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Rekomendasi
Turnamen Padel di Grand...
Turnamen Padel di Grand Opening Orozon, 80 Tim Perebutkan Hadiah Lebih dari Rp60 Juta
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved