159 Negara Siap Ceraikan Dolar AS, Gabung Sistem Pembayaran BRICS

Rabu, 11 September 2024 - 07:58 WIB
loading...
159 Negara Siap Ceraikan...
Turki salah satu negara NATO telah resmi mengajukan permohonan untuk bergabung dengan BRICS. FOTO/NewsWeek
A A A
JAKARTA - Setelah beberapa waktu lalu muncul keributan mengenai berapa banyak negara yang akan menggunakan sistem BRICS Pay yang akan datang, blok ini telah mengonfirmasi bahwa 159 negara telah siap untuk mengadopsi sistem pembayaran baru.

Sistem aliansi ekonomi ini siap untuk berjalan dengan baik ketika akhirnya diluncurkan. Sekarang, semua mata tertuju pada kapan peluncuran itu akan dilakukan. Rencananya sistem pembayaran BRICS akan diumumkan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) 2024 di Kazan, Rusia.

Sistem ini akan diluncurkan menjadi sebuah pembukaan yang inovatif. Jika hal itu terjadi, blok ini telah mencatat bahwa ada antrean panjang entitas yang siap untuk menerimanya.

Baca Juga: Rusia Ungkap Alasan Banyak Negara Gabung BRICS: Mereka Lelah dengan AS

Awal tahun ini, blok BRICS mengumumkan pembuatan platform pembayaran berbasis blockchain. Platform ini mendefinisikan ulang posisi ekonomi global kolektif tersebut. Platform ini akan bersaing dengan beberapa sistem pembayaran terbesar di seluruh dunia termasuk sistem SWIFT yang didominasi Barat.

Kini, kelompok BRICS telah mengonfirmasi bahwa 159 negara peserta akan mengadopsi sistem pembayaran baru ini. Penjabat Rusia memverifikasi jumlah tersebut dalam sebuah koreksi baru-baru ini, menurut laporan Yahoo.

Meskipun pernyataan sebelumnya mengabarkan bahwa 160 negara akan terlibat, jumlah tersebut telah diklarifikasi dalam laporan berikutnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Rekomendasi
Polda Metro Jaya Jadwalkan...
Polda Metro Jaya Jadwalkan Periksa Awkarin Hari Ini Terkait Kasus Hanania Travel
Truk Tabrak Motor di...
Truk Tabrak Motor di Bekasi Timur: 1 Orang Tewas, 5 Luka-luka
Suporter Ikonik DR Kongo...
Suporter Ikonik DR Kongo Gagal Masuk AS Gara-gara Visa Ditolak
Berita Terkini
Tips MotionTrade: 4...
Tips MotionTrade: 4 Langkah Wajib Saat Terindikasi Penipuan Investasi
Tok, Pemerintah Resmi...
Tok, Pemerintah Resmi Turunkan Harga Gas Industri Jadi USD13/MMBTU
IHSG Jeblok Nyaris 1%...
IHSG Jeblok Nyaris 1% ke 5.838 Siang Ini, Ratusan Saham Merana
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved